Breaking News

Minta Pemerintah Tarik Kebijakan Kenaikan Harga BBM, DPR RI: Beban Hidup Rakyat Makin Berat!

Ilustrasi kenaikan harga BBM. Foto: Instagram/@setir.kanan

WELFARE.id-Pengumuman kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yakni pertalite dan solar serta BBM non subsidi yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama sejumlah menteri terkait mendapatkan respon negatif. 

Selain ditolak masyarakat karena kenaikan harga BBM bakal mengerek harga kebutuhan pokok, sejumlah anggota DPR RI juga bersuara menolak kenaikan harga BBM tersebut. 

Anggota Komisi IV DPR RI Slamet mengatakan kenaikan harga BBM akan memperberat beban hidup masyarakat yang baru pulih dari hantaman pandemi COVID-19. 

”Pemerintah tidak berempati, ini subsidi yang terkait dengan kebutuhan rakyat. Sementara untuk proyek Ibu Kota Negara (IKN) dan kereta cepat Jakarta-Bandung tetap dilanjutkan,” ujarnya, Sabtu (2/9/2022).

Adapun pengalihan subsidi dalam bentuk Bantuan Langsung Tunai atau BLT BBM, menurut Slamet dikhawatirkan memunculkan potensi korupsi yang pernah terjadi sebelum-sebelumnya.

Karena itu, dia mempertanyakan bentuk tanggung jawab pemerintah jika kasus korupsi terhadap bantuan sosial kembali terulang. Karena itu, menurutnya juga, pemerintah harus menarik kebijakan menaikkan harga BBM tersebut.

”Tidak perlu dikaji kembali, tarik sudah. Dengan harga BBM naik, angka kemiskinan pasti akan bertambah,” cetusnya juga. 

Hal yang sama juga dikatakan anggota Komisi VI DPR, Rafli Kande. Dia mengatakan kebijakan menaikkan harga BBM sangat tidak tepat. Sebab, masyarakat baru saja pulih dari pandemi COVID-19.

”Apalagi kenaikan harga BBM ini hanya diganti dengan BLT ke masyarakat tidak mampu sebesar Rp150.000 per bulan selama 4 bulan saja,” cetusnya.

Menurut Rafli juga, kebijakan menaikkan harga BBM bakal berdampak pada kenaikan harga sembilan bahan pokok (sembako). Menurutnya, pemerintah perlu mengevaluasi kembali kebijakan yang dianggap merugikan masyarakat ini.

”Kalau pemerintah tidak bisa buat rakyatnya bahagia, maka pemerintah tidak usah juga menambah beban lagi menyengsarakan rakyatnya,” cetusnya juga. 

Untuk diketahui, Presiden Jokowi resmi menaikkan harga BBM jenis pertalite, solar hingga pertamax hari ini, Sabtu (3/9/2022). Keputusan ini diumumkan Jokowi bersama jajaran menterinya di Istana Merdeka.

”Saat ini pemerintah harus membuat keputusan dalam situasi yang sulit. Ini adalah pilihan terakhir pemerintah, yaitu mengalihkan subsidi BBM," ujar Jokowi di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Sabtu (3/9/2022). 

Pada saat yang sama, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan kenaikan harga BBM itu seperti pertalite dari Rp7.650 menjadi Rp10.000/liter. Lalu, harga solar subsidi dari Rp5.150 per liter menjadi Rp6.800 per liter.

Kenaikan juga dialami BBM non-subsidi yakni Pertamax dari harga Rp12.500 naik menjadi Rp14.500/liter atau naik Rp2.000 per liter. (tim redaksi)


#kenaikanharga
#bbmsubsidi
#pertalite
#solar
#pertamax
#dprri
#tolakkenaikanbbm

Tidak ada komentar