Breaking News

Lukas Enembe Akui Main Judi di Singapura

Gubernur Papua Lukas Enembe (net) 

WELFARE.id-Kuasa hukum Gubernur Papua Lukas Enembe, Aloysius Renwarin, mengakui kliennya bermain kasino. Lukas Enembe bermain kasino di Singapura. "Pak Lukas itu kasino itu kan, dia pergi berlibur dan memang main," ujarnya dikutip Kamis (22/9/2022). 

Aloysius mengatakan, Lukas bermain kasino hanya sebagai sarana hiburan semata. "Itu kan pergi main kasino, main-main seperti kita main game gitu. Iya itu saja (sekadar main-main saja)," katanya. 

Aloysius juga membantah aliran dana ke kasino dengan nominal hingga Rp560 miliar. Aloysius menyebut Lukas tidak membawa uang sebesar itu ketika bermain. "Tapi bukan jumlah sefantastis sekian miliar. Tidak sefantastis itu, itu kan pribadi. Tidak ada uang yang dibawa dari mana-mana, begitu. Dia tidak bawa uang sebesar itu," jelasnya. 

PPATK sebelumnya menyampaikan hasil analisis transaksi keuangan terkait Lukas Enembe yang kini tersangka di KPK. PPATK menemukan transaksi setoran tunai kasino judi menyangkut Lukas Enembe. "Sejak 2017 sampai hari ini, PPATK sudah menyampaikan hasil analisis, 12 hasil analisis kepada KPK," kata Ketua PPATK Ivan Yustiavandana. 

Selain itu, Ivan menyebutkan, PPATK menemukan setoran tak wajar senilai 5 juta dollar Singapura oleh Lukas yang dilakukan dalam jangka waktu pendek. 

Terdapat pembelian jam tangan mewah seharga 55 ribu dollar Singapura atau sekitar Rp550 juta. "PPATK juga mendapatkan informasi bekerja sama dengan negara lain dan ada aktivitas perjudian di dua negara yang berbeda,” kata Ivan. 

Dalam kesempatan itu, Aloysius juga membantah temuan PPATK soal arloji seharga setengah miliar yang dibeli Enembe. Ia menjelaskan, kliennya membeli arloji di Dubai, Uni Emirat Arab, menggunakan uang pribadi. 

Harganya, klaim dia, tidak sampai yang disebutkan PPATK. "Pokoknya dia bilang kan berapa dolar [Singapura] begitu. Kalau Rp500 juta kan, masa arloji Rp500 juta. Hanya beberapa dolar begitu," tukasnya. 

"Di Dubai. Ya, uang pribadi. Mau pakai uang negara dari mana mau beli. Pada saat jalan kan di bandara kan ada orang jual, ya beli," sambungnya. 

Aloysius juga merespons soal tawaran penyidikan kasus dugaan korupsi yang diduga menjerat Enembe dihentikan apabila tidak ditemukan bukti yang cukup. 

Menurut Aloysius, Enembe pasti akan memberikan penjelasan mengenai gratifikasi Rp1 miliar sebagaimana yang dituduhkan KPK. "ya pasti akan dijelaskan. Kita sekarang bicara panggilan KPK khusus untuk gratifikasi Rp1 miliar itu," tandasnya. 

Aloysius mengklaim uang Rp1 miliar tersebut merupakan milik pribadi Enembe yang kemudian digunakan untuk biaya pengobatan di Singapura. "Uang yang Rp1 miliar itu kan nanti akan dijelaskan itu uang pribadi. Kemudian ditransfer ke rekeningnya ketika beliau berobat ke Singapura," imbuhnya. 

KPK sendiri, sampai saat ini belum bisa melakukan pemeriksaan terhadap Enembe. Hal itu lantaran simpatisan menjaga kediaman orang nomor satu di Papua tersebut. 

Pada Selasa (20/9/2022), polisi menangkap setidaknya 14 orang terkait aksi demonstrasi membela Lukas Enembe yang digelar oleh elemen Koalisi Rakyat Papua (KRP) di Kota Jayapura, Papua. 

Wakapolda Papua Brigjen Ramdani Hidayat mengatakan, belasan orang itu ditangkap karena kedapatan membawa senjata api, senjata tajam, hingga alat perang tradisional. 

KPK mengumumkan telah menjerat Enembe sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Meski tidak menyampaikan secara detail perihal kasusnya, KPK menyinggung penyalahgunaan dana otonomi khusus (otsus). 

Enembe telah dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan terhitung sejak 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023. Langkah itu dilakukan guna kelancaran proses penyidikan. (tim redaksi

#kpk
#korupsi
#gubernurpapua
#lukasenembe
#kasino
#singapura

Tidak ada komentar