Breaking News

Kriminal Kambuhan Tiap Kali Harga BBM Naik, Polisi Sisir Penimbun Solar di Sejumlah Daerah

Penimbunan BBM subsidi. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Setiap kali ada penyesuaian tarif Bahan Bakar Minyak (BBM), selalu ada komplotan kriminal yang mengambil kesempatan. Mereka menimbun BBM untuk dijual mahal ke konsumen.

Mencium pergerakan komplotan penimbun BBM subsidi, personel Satuan Reserse Kriminal Polres Aceh Selatan berhasil menangkap dua pelaku diduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) subsidi serta mengamankan 1.320 liter solar yang diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu tersebut. 

Kapolres Aceh Selatan AKBP Nova Suryandaru mengatakan, kedua pelaku berinisial FD (32) dan DH (25). Keduanya ditangkap di SPBU Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan, Sabtu (3/9/2022).

"Selain mengamankan dua terduga pelaku, petugas juga mengamankan 40 jeriken berisi BBM subsidi jenis solar dengan jumlah mencapai 1.320 liter serta mobil pengangkut bahan bakar minyak tersebut," kata AKBP Nova Suryandaru, dikutip Senin (5/9/2022).

Kapolres mengatakan, penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang mencurigai mobil bak terbuka sedang mengisi BBM subsidi di SPBU Tapaktuan. Mendapati informasi tersebut, lanjutnya, petugas langsung menyelidiki dan menemukan mobil tersebut mengangkut 40 jeriken berisi BBM subsidi jenis solar.

Kemudian, petugas membawa kedua terduga pelaku bersama barang bukti ke Mapolres Aceh Selatan untuk proses hukum lebih lanjut. "Kedua pelaku disangkakan melanggar Pasal 55 jo Pasal 40 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja atas perubahan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi," kata AKBP Nova Suryandaru.

Selain di Aceh, aparat Kepolisian Resort (Polres) Belu melalui Unit tindak pidana tertentu (Tipiter) Sat Reskrim Polres Belu juga berhasil mengungkap penimbunan 1 ton lebih BBM jenis Solar bersubsidi. 

Penimbunan BBM subsidi jenis Solar 1 ton lebih atau sebanyak 1.670 liter yang terisi dalam 9 drum itu diamankan dirumah pemilik atau pelaku yang terletak di Kuneru, Kelurahan Manumutin, Kecamatan Kota Atambua, Kabupaten Belu, Minggu (4/9/2022).

Selain mengungkap dan mengamankan 1 ton lebih BBM jenis Solar bersubsidi, polisi juga menciduk pemilik atau pelaku penimbunan berinisial PA (47) yang adalah warga Kecamatan Malaka Timur, Kabupaten Malaka, NTT. 

Kapolres Belu AKBP Yosep Krisbiyanto mengatakan, pihaknya mengungkap kasus penimbunan BBM bersubsidi ini berdasarkan informasi dari masyarakat tentang adanya sebuah gudang yang menjadi tempat penimbunan BBM jenis Solar.

“Berdasarkan info dari warga sekitar pukul 10.00 WITA pagi, anggota kita langsung melakukan pengembangan dan benar saja, saat turun ke gudang tersebut kita menemukan 9 drum berisi BBM jenis Solar," ungkap Kapolres Belu. Dengan perincian 8 drum berisi 200 liter dan 1 drum berisi 70 liter, total BBM yang berhasil diamankan sebanyak 1 ton lebih atau 1.670 liter.

Lebih lanjut jelas Kapolres, modus penimbunan BBM bersubsidi tersebut yakni pelaku datang ke setiap Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) menggunakan satu unit dump truck dengan membeli solar dengan harga per liter Rp6.850. 

Dari keterangan pelaku, dirinya menggunakan 1 unit mobil truck pergi mengisi BBM jenis Solar di seluruh SPBU yang ada di Kabupaten Belu. 

Setelah mengisi BBM ke dalam tangki mobil hingga penuh, pelaku dengan truknya menuju gudang dan kemudian menyalin BBM dari mobil truk ke jeriken. "Kemudian dari jeriken dipindahkan ke Drum yang sudah di sediakan. Dan perbuatan tersebut dilakukan secara berulang dengan berpindah-pindah SPBU hingga tertampung sebanyak sembilan drum," paparnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, dari keterangan yang didapat dari pelaku (pemilik BBM), Solar tersebut rencananya akan dibawa ke proyek pembangunan jalan di desa Piebulak, Kecamatan Lamaknen Selatan, Kabupaten Belu. 

"Maksud dan tujuan pemilik mobil membeli dan kemudian menimbun di rumah atau di gudang miliknya tersebut karena BBM tersebut akan dibawa ke proyek pembangunan jalan yang diperuntukkan untuk kebutuhan kendaraan jenis Truck sebanyak 4 unit," imbuhnya.

Pelaku PA (47), dijerat dengan Pasal 55 UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas sebagaimana telah diubah dengan pasal 40 angka 9 UU Nomor 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja dengan ancaman hukuman maksimal 6 tahun penjara dan denda paling tinggi Rp60 miliar.

"BBM jenis solar sebanyak 1.670 liter sudah kita amankan. Sementara ini dilakukan pemeriksaan lebih lanjut terhadap pelaku serta saksi-saksi. Pemilik BBM kita amankan karena terbukti melakukan pelanggaran terkait penyalahgunaan, pendistribusian, penyimpanan dan pengangkutan BBM," bebernya.

Pun demikian dengan Polres Bogor yang berhasil menggerebek gudang penimbunan BBM bersubsidi jenis solar dan pertalite di Sukaraja, Kabupaten Bogor. Modusnya, pelaku membeli Solar dan Pertalite bersubsidi dari sejumlah SPU menggunakan mobil yang telah dimodifikasi pada bagian tangkinya.

Kasat Reskrim Polres Bogor AKP Siswo D.C Tarigan mengatakan, penggerebekan ini berawal dari informasi masyarakat adanya penyalahgunaan BBM di gudang tersebut. Dari situ, penyelidikan melakukan penyelidikan dan menggerebeknya pada Jumat, 26 Agustus 2022.

Di lokasi, polisi mengamankan satu pelaku berinisial DM alias Z (35). Pelaku pun dibawa ke Polres Bogor untuk dimintai keterangan lebih lanjut. 

"Pelaku membeli BBM solar dan pertalite subsidi dari SPBU di wilayah Bogor Kota dengan cara keliling ke setiap pom bensin menggunakan mobil pikap atau truk engkel yang sudah dimodifikasi tangkinya ke beberapa drum," kata Siswo dalam keterangannya, dikutip Senin (5/9/2022). 

Adapun barang bukti yang diamankan yakni delapan drum kapasitas 200 liter berisi solar dan 11 drum kosong, 18 jeriken berkapasitas 35 liter berisikan pertalite, dan 1 unit mobil untuk pengangkut solar berkapasitas 1.900 liter. Juga ada 1 kempu berkapasitas 1.000 liter kosong, 2 selang atu nozlel dan lainnya.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 55 UU RI No 22/2001 tentang Minyak dan Gas Bumi yang diubah dalam UU No 11 tahun 2020 tentang Cipta Kerja. (tim redaksi)

#penimbunanbbmsubsidi
#penimbunansolar
#penimbunanpertalite
#kriminalitas
#kenaikanhargabbmsubsidi
#polisi
#pelakupenimbunan

Tidak ada komentar