Breaking News

Korban dan Pelaku Pembobolan Rumah Saling Kenal, Kasus Pencurian Diajukan Restoratif Justice

Ilustrasi restoratif justice atau keadilan restoratif dalam kasus pidana. Foto: net

WELFARE.id-Mekanisme restoratif justice atau keadilan restoratif tengah dipertimbangkan jajaran Polres Metro Tangerang Kota terkait kasus pencurian di sebuah rumah yang ternyata pelaku dan korban saling kenal. 

Peristiwa itu berawal saat terjadi pembobol rumah kosong (rumsong) yang berlokasi di Kelurahan Kedaung Wetan, Kecamatan Neglasari, Kota Tangerang pada 5 September 2022 lalu.

Kasus itu dilaporkan ke Markas Polsek Neglasari. Polisi yang melakukan penyelidikan berhasil membekuk pelaku pencurian beberapa hari kemudian. Pencurian itu dilakukan oleh seorang pemuda berinisial BM, 22, 

”Jadi memang sasaran tersangka adalah rumah kosong yang ditinggalkan penghuninya. Pelaku langsung beraksi,” terang Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Zain Dwi Nugroho, Minggu (18/9/2022). 

Saat itu, rumah itu ditinggalkan korban ke rumah sakit. BM lantas masuk dan menggasak sejumlah barang berharga yang ada di dalam rumah itu yang bernilai belasan juta rupiah. 

”Namun, pada saat korban kembali ke rumah dan melihat pintu rumahnya sudah dalam keadaan terbuka. Saat itu sejumlah barang berharga yang ada di rumah itu lenyap," terang Zain juga. 

Korban langsung mengecek lemari tempatnya menyimpan uang dan emas senilai Rp17 juta dan ternyata sudah hilang. Atas pencurian itu korban melapor ke Markas Polsek Neglasari.

"Lalu, berdasarkan hasil olah TKP, analisa dan tambahan informasi dari masyarakat, Kapolsek Neglasari Kompol Putra Pratama bersama Unit Reskrim berhasil melakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial BM ini," papar Zain juga. 

Usai ditangkap, menurut pengakuan tersangka, uang dan emas hasil curian itu sebagian sudah dibelikan sepeda motor yang kini telah diamankan berikut barang bukti lain. Seperti 1 lembar kuitansi pembelian emas, gelang emas, dan sisa uang tunai Rp10.800.000.

Saat di pertemukan di Markas Polsek Neglasari, rupanya antara tersangka dan korban ternyata saling mengenal karena berasal dari kampung yang sama. Keduanya juga tetangga dekat di kampung asalnya. 

”Jadi, saat ini, keluarga tersangka dan korban telah sepakat untuk menyelesaikan permasalahan ini secara kekeluargaan. Keduanya ingin kasus ini dihentikan," ujar perwira menengah Polri ini juga.

Tapi meski begitu, polisi tidak langsung mengiyakan proses perdamaian keduanya tersebut. Lantaran, kata Zain juga, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu dari sisi hukum terkait kasus tersebut. 

”Kami akan pelajari dulu, apakah tindak pidana yang terjadi memenuhi syarat formil dan materiil sesuai Perpol 8 Tahun 2021, untuk dapat diselesaikan dengan mekanisme restoratif justice,” tandasnya. (tim redaksi)

#kriminalitas
#pencurian
#kotatangerang
#polresmetrotangerangkota
#restoratifjustice
#penghentiankasus

Tidak ada komentar