Breaking News

Kepanasan Bikin Tiongkok Borong Batu Bara RI, Impor Melonjak hingga 35%

Tambang batu bara. Foto: Ilustrasi/ Dok.Katadata

WELFARE.id-Impor batu bara Tiongkok dari Rusia dan Indonesia mengalami peningkatan sejak Agustus 2022. Bahkan, impor melewati bulan sebelumnya dan bahkan menyentuh level tertinggi setidaknya dalam lima tahun terakhir. 

Gelombang panas ekstrem yang tengah terjadi di Tiongkok dianggap sebagai alasan mereka mengimpor lebih banyak batu bara dibanding sebelumnya. Sebab, kebutuhan utilitas listrik untuk memenuhi permintaan AC di tiap rumah melonjak.

Tiongkok membeli 15,82 juta ton batu bara Indonesia pada Agustus kemarin, naik 35 persen dibandingkan pada Juli. Namun, angka itu lebih rendah dibandingkan impor batu bara oleh Tiongkok pada Agustus 2021 yang mencapai 17,3 juta ton.

Melansir CNA, Rabu (21/9/2022), peningkatan pembelian batu bara Indonesia terjadi karena harga yang ditawarkan murah. Hal itu membuat Tiongkok tergiur dan mendorong perusahaan mereka memesan lebih banyak batu bara dari Indonesia.

Pada Agustus, batu bara termal Indonesia 3.800 kkal lebih murah sekitar 170 yuan (USD24,26) per ton daripada batu bara Tiongkok dengan kualitas yang sama, batu bara 4.700 kkal lebih rendah 140 yuan. Meningkatnya permintaan batu bara Indonesia itu diperkirakan masih akan berlanjut hingga pertengahan November mendatang.

Sementara itu, selain membeli batu bara Indonesia, Tiongkok juga mengimpor komoditas yang sama dari Rusia. Data dari Administrasi Umum Kepabeanan mencatat impor batu bara Rusia bulan lalu mencapai 8,54 juta ton, naik dari sebelumnya 7,42 juta ton pada Juli dan 57 persen lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kedatangan batu bara Rusia pada bulan lalu mencapai 8,54 juta ton, naik dari puncak sebelumnya 7,42 juta ton pada Juli dan 57% lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Data ini menurut Administrasi Umum Kepabeanan, dikutip Rabu (21/9/2022)

Angka bulanan tersebut merupakan yang tertinggi sejak statistik pembanding dimulai pada 2017. Impor Tiongkok dari Rusia telah melonjak dalam beberapa bulan terakhir karena Eropa menangguhkan pembelian dari negara itu setelah Moskow mengirim puluhan ribu tentara ke Ukraina, memaksa batu bara Rusia diperdagangkan dengan diskon besar-besaran.

Harga batu bara Rusia kemudian merangkak naik karena Tiongkok dan India meningkatkan pembelian. Tetapi masih lebih murah daripada batu bara domestik dengan kualitas yang sama.

Batu bara termal Rusia 5.500 kkal berdasarkan pengiriman ke Tiongkok dinilai sekitar USD155 per ton pada akhir Agustus, naik dari sekitar USD150 per ton sebulan sebelumnya. 

Saat kekeringan parah dan gelombang panas melanda Tiongkok bagian Barat dan Selatan mulai akhir Juli, pembangkit listrik tenaga batu bara meningkatkan produksi untuk memenuhi lonjakan permintaan AC dan kesenjangan pasokan dari pembangkit listrik tenaga air. (tim redaksi)

#importiongkok
#batubara
#gelombangpanas
#imporbatubara
#lonjakanpermintaanbatubara
#batubarari

Tidak ada komentar