Breaking News

Kabupaten Tangerang Tertinggi, Penularan HIV/AIDS di Banten Tembus 13.670 Kasus

Foto: net

WELFARE.id-Kasus penularan HIV/AIDS di Provinsi Banten terus bertambah. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat sebanyak 13.670 kasus positif HIV/AIDS di seluruh kota/kabupaten di Provinsi
Banten hingga Maret 2022.

Berdasarkan data Dinkes Banten, total temuan kasus HI sebanyak 13.670 tersebut terbanyak terjadi di Kabupaten Tangerang dengan jumlah mencapai 
4.363 kasus.

Lalu nomor dua terbanyak adalah Kota Tangerang dengan 3.497 kasus, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) sebanyak 1.799 kasus, Kabupaten Serang 1.664 kasus. Lalu, Kota Cilegon sebanyak 940 kasus, Kabupaten Lebak ada 613 kasus, Kota Serang sebanyak 460 kasus, dan Kabupaten Pandeglang tercatat 334 kasus.

"Data sebanyak 13.600 penderita HIV/AIDS itu yang ditemukan secara kumulatif sejak kasus penyakit menular itu masuk Banten," ujar Kepala Dinkes Provinsi Banten dr Ati Pramudji Hastuti, Senin (19/9/2022).

Dia juga mengatakan temuan kasus HIV/AIDS di Provinsi Banten saat ini sudah sampai ke pelosok desa, bahkan di pegunungan.
"Sampai di atas puncak gunung di Kabupaten Lebak pun kita menemukan (kasus HIV/AIDS)," ujar Ati juga.

Mantan pejabat Dinkes Kota Tangerang ini juga mengatakan, sebelum tahun 2000, kebanyakan kasus HIV/AIDS disebabkan penyalahgunaan narkotika suntik. Namun saat ini, penderita HIV/AIDS kebanyakan disebabkan oleh perilaku seks bebas.

Lalu, kata Ati juga  penularan HIV/AIDS akibat prilaku biseksual juga banyak, homoseks juga ada. ”Kalau penularan akibat (Kasus) yang dari narkotika sudah turun jauh," ungkap Ati lagi.

Ati juga menambahkan, upaya pencegahan terus dilakukan baik oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten bersama dengan pimpinan daerah kabupaten/kota.

Upaya pencegahan yakni dengan meningkatkan akses layanan kesehatan dan memberikan edukasi kepada masyarakat beresiko agar mau mendatangi fasilitas kesehatan untuk mengeceknya.

"Jadi masyarakat yang punya resiko, terutama homoseksual yang punya perilaku risiko, mereka terus dites. Kita dekatkan akses layanan untuk mereka bisa dites," cetus Ati juga.

Selain itu, lanjut Ati juga, Dinkes Banten bersama-sama dengan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banten akan terus terjun ke lapangan untuk melakukan penelusuran kepada kelompok masyarakat beresiko.

Menurutnya lagi, penderita enggan mendatangi fasilitas kesehatan untuk mengecek kesehatannya karena malu, dan ada anggapan di masyarakat jika menderita HIV/AIDS akan dijauhi karena khawatir tertular.

"Nah itu lah kita harus banyak lagi mencari, penemuan ini belum menggambarkan sesungguhnya. Jadi dari estimasi telah ditetapkan baru separonya kita mencapai itu, kita terus mencari," tandas Ati juga. (tim redaksi)

#kesehatan
#penyakitmenular
#hiv
#aids
#provinsibanten
#penularan

Tidak ada komentar