Breaking News

Junta Militer Myanmar Ancam Penjarakan Warga yang Dukung Oposisi di Medsos

Junta Militer Myanmar (net) 

WELFARE.id-Junta militer Myanmar mengancam warganya yang memberikan dukungan moral untuk gerakan perlawanan "teroris". Junta mengancam hukuman penjara hingga 10 tahun bagi mereka yang menyukai atau membagikan konten dukungan di media sosial. 

Hal tersebut diumumkan oleh Menteri Informasi sekaligus juru bicara junta militer Myanmar, Zaw Min Tin, pada Selasa (20/9/2022). Kelompok oposisi pemerintah di negara itu dikenal sebagai Pemerintah Persatuan Nasional (NUG) serta ada juga afiliasinya yang bersenjata, yakni Pasukan Pertahanan Rakyat (PDF). 

Zaw menjuluki kelompok oposisi pemerintah itu sebagai ‘teroris’ yang mencari dana guna membunuh orang-orang yang tidak bersalah. Mereka disebut menjalankan kampanye untuk mengacaukan tatanan negara yang sudah dibentuk oleh junta, sehingga dukungan sekecil apa pun untuk mereka akan ditindak tegas. 

Aksi kekerasan sudah akrab di telinga masyarakat Myanmar usai militer meluncurkan kudeta dan merebut kekuasaan pada awal tahun lalu. Bentrokan kerap terjadi antara pasukan junta dan milisi yang bersekutu dengan pemerintah bayangan dan kelompok pro-demokrasi. 

Sejak kudeta terjadi pula, para oposisi junta militer telah menyuarakan pesan dan protes mereka secara lebih luas melalui bantuan media sosial. 

Sejak kudeta terjadi pula, para oposisi junta militer telah menyuarakan pesan dan protes mereka secara lebih luas melalui bantuan media sosial. Mereka memposting gambar-gambar berunsur protes dan dugaan kekejaman yang dilakukan oleh militer di negara itu, dengan harapan menjangkau masyarakat luar. 

Keprihatinan atas kondisi di Myanmar pun didengar oleh dunia internasional. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut junta telah melakukan pembunuhan massal dan kejahatan kemanusiaan terhadap para kelompok pro-demokrasi. 

Baru-baru ini, junta menghebohkan dunia usai menerapkan kembali hukuman mati untuk pertama kalinya dalam beberapa dekade. Pihaknya mengeksekusi empat orang aktivis pro-demokrasi, salah satunya merupakan anggota partai yang dinaungi oleh eks pemimpin Myanmar sebelum digulingkan junta, Aung San Suu Kyi. 

Berbagai seruan dan kecaman internasional telah diberikan agar junta militer dapat melibatkan NUG dalam proses perdamaian di negara itu. Namun, alih-alih disambut dengan baik, usulan itu justru ditolak tegas oleh junta yang bersikeras ingin memulihkan ketertiban di Myanmar. (tim redaksi) 

#myanmar
#juntamilitermyanmar
#nug
#pdf
#aungzansuukyi
#medsos

Tidak ada komentar