Breaking News

Jalani Sidang Perdana, Lima Terdakwa Kasus Dugaan Korupsi Izin CPO Didakwa Rugikan Negara Rp18 Triliun

Sidang perdana kasus dugaan korupsi izin CPO dan turunannya. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Sidang perdana kasus dugaan korupsi terkait izin ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya termasuk minyak goreng digelar Rabu (31/8/2022) kemarin. Lima terdakwa dalam kasus tersebut menghadiri persidangan secara langsung.

Lima terdakwa itu yakni penasihat kebijakan/analis pada Independent Research & Advisory Indonesia (IRAI), Weibinanto Halimdjati alias Lin Che Wei; mantan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag), Indra Sari Wisnu Wardhana; Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia, Master Parulian Tumanggor; Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari, Stanley MA; serta General Manager (GM) Bagian General Affair PT Musim Mas, Pierre Togar Sitanggang. 

Dalam kasus ini, Lin Che Wei disebut telah melakukan atau turut serta melakukan tindak pidana korupsi pada kurun Januari 2022 sampai dengan Maret 2022 bersama sejumlah pihak lain yang dituntut secara terpisah.

Para pihak itu yakni Indra Sari Wisnu Wardhana, Master Parulian Tumanggor (Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia), Stanley (Senior Manager Corporate Affair PT Victorindo Alam Lestari), dan Pierre Togar Sitanggang (General Manager Bagian General Affair PT Musim Mas). 

Perbuatan Lin Che Wei dan sejumlah pihak tersebut telah memperkaya korporasi, yakni perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Grup Wilmar, yaitu PT Wilmar Nabati Indonesia, PT Multimas Nabati Asahan, PT Sinar Alam Permai, PT Multimas Nabati Sulawesi, PT Wilmar Bioenergi Indonesia, sejumlah Rp1,69 triliun.

Perbuatan itu juga memperkaya perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Grup Musim Mas, yaitu Pada Musim Mas, PT Musim Mas-Fuji, PT Intibenua Perkasatama, PT Agro Makmur Raya, PT Megasurya Mas, dan PT Wira Inno Mas, sebesar Rp626,6 miliar.

Korporasi lain yang diperkaya, yakni Grup Pertama, yaitu PT Permata Hijau Palm Oleo, PT Nagamas Palmoil Lestari, PT Permata Hijau Sawit, dan PT Pelita Agung Agrindustri, senilai Rp124,4 miliar. Perbuatan tersebut juga merugikan keuangan negara atau perekonomian negara senilai Rp18,34 triliun.

"Yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara yaitu merugikan keuangan negara sejumlah Rp6.047.645.700.000 dan merugikan perekonomian negara sejumlah Rp12.312.053.298.925,” demikian tertulis dalam SIPP PN Jakarta Pusat. Lin Che Wei bersama empat terdakwa didakwa telah melanggar Pasal 2 ayat 1 atau Pasal 3 Jo Pasal 18 Undang-undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) Jo Pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP. (tim redaksi)

#kasuskorupsiminyakgoreng
#kasusdugaankorupsiizincpo
#kasusdugaankorupsiminyakgoreng
#linchewei
#limaterdakwa
#rugikannegarabelasantriliun
#cpo
#keuangannegara

Tidak ada komentar