Breaking News

Investor Khawatir AS Masuk Jurang Resesi, IHSG Diprediksi Masih Loyo

Situasi di dalam Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Kekhawatiran investor global jika Amerika Serikat (AS) masuk ke jurang resesi, berdampak pada perdagangan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). 

Pasar bursa Senin (26/9/2022) hari ini diprediksi melemah pada sepanjang perdagangan imbas beberapa sentimen negatif pada pekan lalu. 

Adapun indeks saham akan berada di rentang 7.133 - 7.207. Hal itu diungkapkan Penasihat Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) sekaligus analis MNC Sekuritas Edwin Sebayang.

Ia mengatakan, IHSG bakal dibayangi kekhawatiran investor bahwa Amerika Serikat (AS) akan masuk lembah resesi akibat agresivitas The Fed menaikkan suku bunga dengan ditandai Dow Jones Wall Street turun. 

"Jika faktor terjungkalnya Indeks DJIA dikombinasikan dengan kembali turunnya harga beberapa komoditas, serta kembali naiknya yield obligasi AS tenor 2 tahun yang sudah berada di level 4.203% di tengah pelemahan Rupiah menuju level 15.100. 

Hal itu berpotensi menjadi sentimen negatif pendorong IHSG berlanjut turun dalam perdagangan awal minggu, Senin ini," jelas Edwin dalam risetnya, dikutip Senin (26/9/2022). 

Menurut Edwin, The Fed diperkirakan akan kembali menaikkan FFR sekitar 125 bps (1.25%) di dua pertemuan The Fed hingga akhir tahun 2022. Bahkan diprediksi berlanjut menaikkan FFR hingga 4,6% di tahun 2023.

Hal tersebut mengakibatkan tekanan jual di Wall Street tetap berlanjut. Walaupun setelah pengumuman kenaikan FFR dan Wall Street terjadi beberapa hari sebelumnya, dimana Indeks DJIA kembali terjungkal di hari Jumat lalu, sebesar 1,62%. 

Sentimen lainnya, jika kejatuhan Indeks DJIA dikombinasikan dengan turunnya harga beberapa komoditas seperti: Coal turun 2,48%, Gold 1,75%, Oil 4,86%, Nikel 4,06%, CPO 2,31%, serta kembali naiknya yield obligasi AS tenor 2 tahun yang sudah berada di level 4.203% ditengah pelemahan Rupiah menuju level 15,100. Tak heran, jika investor kini lebih waspada dalam proses perdagangan saham.

Meski demikian, dirinya tetap merekomendasikan beberapa saham, yang berpotensi stabil, jika pun tidak naik secara signifikan. Saham rekomendasi Buy, antara lain, BRIS, TBIG, AGII ISAT, SMGR, CMRY, ICBP, MIKA, INTP, dan CPIN.

Dirinya merekomendasikan, antara lain, BRIS 1,500 - 1,655 TBIG 2,710 - 2,990 AGII 2,400 - 2,650 ISAT 7,000 - 7,700 SMGR 7,050 - 7,800. (tim redaksi)

#ihsg
#pasarsaham
#imbaspelemahanwallstreet
#thefed
#banksentralamerikaserikat
#kenaikansukubunga
#pelemahanihsg
#investorglobal

Tidak ada komentar