Breaking News

Intimidasi Dua Jurnalis, Briptu Firman Demosi 1 Tahun dalam Sidang Etik Polri

Situasi saat sidang etik anggota Polri terhadap pelanggaran penanganan kasus pembunuhan Brigadir J. Foto: Tangkapan layar YouTube Polri TV

WELFARE.id-Satu lagi anggota Polri jadi korban karena tidak profesional dalam bertugas terkait kasus pembunuhan Brigadir Polisi (Brigpol) Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang terjadi di rumah mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. 
 
Kali ini, Briptu Firman Dwi Ariyanto dijatuhi sanksi demosi selama 1 tahun. Sanksi terhadap mantan Banum Urtu Roprovos Divpropam Polri itu berdasarkan keputusan sidang komisi kode etik Polri (KKEP).

Hingga kini, total sudah ada 10 personel Polri yang disidang etik. ”Sanksiya administratif yaitu sanksi bersifat demosi selama satu tahun," ujar Juru Bicara Divisi Humas Polri Kombespol Ade Yaya Suryana kepada wartawan, Kamis (15/9/2022).

Dia juga menjelaskan, Briptu Firman terbukti melanggar Pasal 5 Ayat 1 huruf b dan atau Pasal 5 Ayat 1 huruf c Peraturan Kepolisian RI Nomor 7 Tahun 2022 tentang Kode Etik Profesi dan Komisi Kode Etik Polri.

Selain disanksi demosi pangkat, Briptu Firman juga disanksi minta maaf secara lisan di hadapan tim komisi sidang etik dan secara tertulis kepada pimpinan Polri dan pihak yang dirugikan.

"Atas putusan sidang etik itu pelanggar yakni Briptu Firman Dwi Ariyanto tidak menyatakan banding. Dia menerima putusan itu," terang Ade juga. Untuk diketahui, kesalahan Briptu Firman melakukan intimidasi terhadap dua wartawan yang tengah bertugas.

Sementara itu, Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan Briptu Firman selain melakukan intimidasi dan menghapus foto serta video milik dua jurnalis yang tengah meliput di sekitar rumah dinas Ferdy Sambo.

Briptu Firman melakukannya tindakan pelanggaran itu bersama Brigadir Frillyan Fitri Rosadi dan Bharada Sadam yang telah disidang etik lebih dulu. ”Info dari Propam demikian (Briptu Firman mengintimidasi dua wartawan)," paparnya.

Dua wartawan yang diintimidasi adalah jurnalis www.detik.com dan www.cnnindonesia.com. Saat itu, kedua wartawan ini tengah menjalankan tugas melakukan peliputan lalu terpergok tiga anggota Polri. 

Nama Briptu Firman sebelumnya sempat masuk dalam daftar 24 personel yang dimutasi berdinas di Pelayanan Markas (Yanma) Mabes Polri terkait kasus pembunuhan Brigadir J.

Mutasi tersebut tertuang dalam surat telegram rahasia dengan nomor ST /1751/ VIII/ KEP./2022 tertanggal 23 Agustus 2022. Usai dimutasi, Briptu Firman lantas disidang etik karena pelanggaran yang dilakukannya. (tim redaksi)


#mabespolri
#sidangetik
#divpropam
#intimidasi
#duajurnalis
#kasusferdysambo

Tidak ada komentar