Breaking News

Ini Enam Makanan Khas Jepang yang Justru tidak Dimakan Orang Jepang, Kok Bisa?

Sushi makanan khas Jepang tidak dimakan setiap hari tapi hanya untuk perayaan atau acara khusus. Foto: net

WELFARE.id-Jepang jadi salah satu destinasi wisata kuliner di dunia. Tapi, ketika memikirkan makanan Jepang, pasti terlintas sushi dan sup kaldu bening, atau duduk di meja besar dengan orang-orang yang tidak dikenal dan koki memasak makanan di depan mata. 

Tapi seperti banyak makanan lain dari seluruh dunia, Amerika Serikat (AS) telah mengubah hidangan tradisional Jepang agar sesuai dengan selera dan gaya hidup negaranya.

”Sering kali set makanan yang menggabungkan nasi putih, sup miso, dan bahan utama yang disebut lauk pauk yang unik, disantap setiap hari,” terang Direktur Kuliner Marugame Udon, Chef Akinobu Matsuo, dilansir Eat This Not That, Sabtu (10/9/2022).

Faktanya, sushi tidak dimakan di Jepang setiap hari. Ada kesalahpahaman bahwa orang Jepang makan sushi setiap hari, karena orang Jepang memakan sushi hanya untuk perayaan atau sebagai acara khusus. 

Berikut ini adalah beberapa makanan khas Jepang Amerikanisasi, yang sebenarnya tidak dimakan oleh siapa pun di Jepang: 

1. California Rolls
Ini mungkin tidak mengejutkan, tetapi california rolls tidak berasal dari Jepang. Makanan favorit orang AS ini sebenarnya muncul pada 1960-an di Tokyo Kaikan, sebuah restoran di daerah Little Tokyo Los Angeles. Seperti ceritanya, koki di restoran itu mencari pengganti tuna, lalu menggunakan alpukat dan kepiting yang dimasak untuk memberikan rasa seafood gulung tanpa benar-benar menggunakan ikan mentah, yang sebagian besar orang Amerika belum nyaman dengannya.

2. Teh Hijau Manis
Teh hijau atau matcha adalah bahan trendi yang orang Amerika tambahkan ke menu apa saja, berkat daftar manfaat kesehatan yang mengesankan dan rasa green tea yang dalam. Tapi orang Jepang tidak pernah minum teh hijau manis. ”Orang Jepang tidak menambahkan gula ke teh hijau. Mereka lebih suka teh pahit,” kata Matsuo.

3. Saus Teriyaki
Bahan lain yang mengandung gula yang juga tidak pernah ditemukan di dapur Jepang adalah saus teriyaki. Saus cokelat kental ini sering disiram di atas ayam, steak, sayuran, dan apa pun yang bisa dipikirkan orang-orang, tetapi di Jepang, saus ini tidak digunakan.
Matsuo menjelaskan bahwa itu terlalu manis untuk palet Jepang. “Di Jepang, teriyaki adalah istilah yang digunakan untuk proses memanggang ayam atau babi, dan sangat jarang menggunakan saus,” ujar Matsuo.

4. Restoran Hibachi
Di banyak negara, restoran hibachi adalah makanan pokok di sebagian besar komunitas. Pengunjung duduk di sekitar wajan datar dengan orang lain yang tidak mereka kenal, sementara seorang koki menyiapkan hidangan steak, udang, ayam, sayuran, nasi goreng, mi, dan makanan favorit lainnya, di depan mata mereka. Namun di Jepang, panggangan ala hibachi digunakan untuk membuat okonomiyaki dan monjayaki, yaitu hidangan panekuk gurih yang terbuat dari adonan tepung terigu.

5. Gulungan Sushi Ikan Pedas
Di Jepang, masakan dibuat dengan sedikit bumbu. Jadi sushi gulung apa pun yang memiliki bahan seperti tuna pedas, ekor kuning pedas, atau kepiting pedas, tidak disajikan di sana. Orang Jepang lebih suka makan sushi hanya dengan beberapa bahan seperti rumput laut, ikan mentah, dan nasi cuka.

6. Saus Sushi dan Bahan Tambahan 
Sushi sering disajikan dengan banyak bahan tambahan seperti mayo pedas dan saus belut. Di Jepang, saus adalah bahan buruk yang tidak ditambahkan ke sushi. Topping ekstra seperti alpukat, mangga, crunchy bits, dan tobiko, juga tidak pernah ditambahkan di Jepang. (tim redaksi)

#kuliner
#makanankhas
#jepang
#amerikanisasi
#makanansegar

Tidak ada komentar