Breaking News

Gempa M7,6 Guncang Papua Nugini, M6,2 di Mentawai

Tangkapan layar BMKG 

WELFARE.id-Gempa bumi berkekuatan 7,5 melanda wilayah timur Papua Nugini, tepatnya di Port Moresby. Gempa ini berpusat di darat. "Pusat gempa berada di darat 352 km Barat Laut Port Moresby, Papua Nugini," tulis BMKG melalui akun Twitternya, Minggu (11/9/2022). 

Gempa yang terjadi hari ini, Minggu, (11/9/2022) itu terjadi pukul 06.47.01 WIB. Titik koordinat gempa berada di 6,36 derajat Lintang Selatan dan 146,55 derajat Bujur Timur. Bencana itu dilaporkan merusak properti publik dan menyebarkan kepanikan di antara penduduk. 

Sejauh ini belum ada laporan mengenai korban gempa. Belum ada konfirmasi resmi pula ihwal kerusakan fasilitas publik. 

Pusat Seismologi Mediterania Eropa menyebutkan, gempa itu berada pada kedalaman 80 kilometer. Sistem peringatan tsunami Amerika Serikat mengeluarkan peringatan tsunami setelah gempa namun kemudian mengatakan bahwa ancaman itu telah berlalu. 

Biro Meteorologi Australia mengkonfirmasi tidak ada ancaman tsunami langsung ke negaranya. Penduduk Papua Nugini membagikan gambar dan video jalan yang retak di media sosial. Foto-foto berisi pula bangunan dan mobil yang rusak, dan barang-barang yang jatuh dari rak supermarket. 

Tak hanya di Papua Nugini, gempa juga terasa di Papua, dalam skala MMI gempa dirasakan pada wilayah II-III Merauke, II Jayapura, II Wamena. 

Gempa bumi biasa terjadi di Papua Nugini yang terletak di “Cincin Api” Samudra Pasifik. Gempa itu merupakan titik aktivitas seismik karena gesekan antara lempeng tektonik. Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,5 mengguncang dataran tinggi pegunungan terpencil PNG pada 2018. Bencana itu menewaskan lebih dari 100 orang dan merusak ribuan rumah. 

Dari tanah air, gempa dengan magnitudo 6,2 terjadi di Mentawai, Plt. Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Daryono, mengatakan gempa di wilayah Pulau Siberut, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat merupakan gempa tektonik. Hasil analisis BMKG menunjukkan gempa bumi ini memiliki parameter update dengan magnitudo 6,2. 

Episenter gempa bumi terletak pada koordinat 1,18° Lintang Selatan dan 98,53° Bujur Timur, atau tepatnya berlokasi di darat wilayah Siberut Barat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 27 kilometer. 

“Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi lempeng di zona Megathrust Mentawai-Siberut,” jelas Daryono. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault). 

Gempa bumi ini berdampak dan dirasakan di daerah Siberut Utara dengan skala intensitas V MMI, yaitu getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun. Di daerah Sagulubeg, Siberut Barat, Sikabaluan, Tuapejat dengan skala intensitas IV-V MMI, yaitu getaran dirasakan hampir semua penduduk, orang banyak terbangun. 

Sedangkan di daerah Padang, Padang Panjang, Painan, Pasaman Barat dengan skala intensitas III-IV MMI, yaitu bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah. 

Daryono juga menjelaskan bahwa dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa bumi ini tidak berpotensi tsunami. 

Selain itu, hasil monitoring BMKG hingga pukul 07.10 WIB, menunjukkan adanya 1 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo 5,3. 

Daryono mengajak warga agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Ia juga meminta menghindari dari bangunan yang retak atau rusak diakibatkan oleh gempa. (tim redaksi) 

#gempa
#gempapapuanugini
#gempam75papuanugini
#genpamentawai
#earthquake

Tidak ada komentar