Breaking News

Eropa Sudah Mengalami, SMI Wanti-Wanti Ancaman Krisis Pangan RI

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Istimewa/ Net

WELFARE.id-Indonesia harus mulai mempersiapkan diri untuk keadaan anomali cuaca. Seperti yang terjadi di Eropa saat ini, gelombang panas akibat fenomena El Nino juga bisa berdampak ke Indonesia.

El nino adalah kenaikan suhu akibat pemanasan di perairan Pasifik bagian tengah dan timur. El nino dapat menimbulkan potensi gagal panen. Ancaman dampak kekeringan terhadap produksi pangan RI diungkapkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

"Tahun depan, weather forecast-nya ada elnino. Ini akan menjadi faktor yang perlu kita pertimbangkan," kata Sri Mulyani di hadapan wakil rakyat, dikutip Sabtu (3/9/2022).

Menurutnya, siklus cuaca akan menjadi faktor dominan pada produksi pertanian pada 2023. Akibatnya, dia memperkirakan produksi pertanian Indonesia pada tahun depan hanya sebesar 3,7%. 

Angka ini turun dari proyeksi produksi pertanian sebesar 4-4,2% pada dokumen Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM PPKF). Dia melihat Brasil telah mengalami gagal panen dan kekeringan akibat kondisi cuaca panas. 

Kondisi serupa dialami oleh Kanada. "Mereka sudah terkena siklus seperti itu pada 2021 dan di pertengahan 2022. Pertanyaannya apakah Indonesia akan ke-hit pada 2023?" ujarnya.

Sri Mulyani berharap upaya pemerintah terkait dengan investasi ketahanan pangan dapat meredam faktor cuaca ini. Pada tahun 2022, sektor pertanian diperkirakan tumbuh menguat. 

Perkiraan menguatnya kinerja sektor pertanian terutama didukung oleh peningkatan permintaan produk perkebunan khususnya kelapa sawit. Hal ini terungkap dalam laporan pemerintah di Buku Nota Keuangan RAPBN 2023.

"Namun demikian, masih terdapat downside risk pada sektor pertanian, yakni faktor cuaca dan perubahan iklim. Serta isu terkait peralihan pemanfaatan lahan yang dapat mempengaruhi produksi tanaman perkebunan," tulis laporan tersebut.

Melihat kondisi ini, sektor pertanian diperkirakan tumbuh pada kisaran 1,1-1,4 persen pada 2022. Sektor pertanian menjadi satu dari tiga sektor usaha yang mampu tumbuh dan membantu sebagian besar penduduk tetap bertahan dalam masa pandemi.

Untuk memperkuat sektor pertanian, pemerintah akan mengelontorkan dana ketahanan pangan dan pertanian dalam RAPBN tahun anggaran 2023 direncanakan sebesar Rp300,0 miliar atau meningkat sebesar Rp105,0 miliar (53,8 persen) dibandingkan dengan outlook tahun 2022. (tim redaksi)

#srimulyaniindrawati
#menterikeuangan
#gelombangpanas
#dampakelnino
#ketahananpangan
#anomalicuaca
#ancamankrisispangan

Tidak ada komentar