Breaking News

Emiten Batu Bara Masih Diburu, Aksi Beli Investor Asing Sepekan Kemarin Capai Rp4,7 Triliun

Penambangan batu bara. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Investor asing kembali membukukan aksi beli bersih saham sekitar Rp4,7 triliun, sepekan kemarin. Mereka umumnya membeli saham perbankan dan komoditas batu bara.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (12/9/2022), investor asing membukukan aksi beli Rp23,84 triliun dan aksi jual Rp19,11 triliun. Selama sepekan, investor asing membeli saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp4,2 triliun, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp2,2 triliun, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp1,6 triliun, PT Astra International Tbk (ASII) sebesar Rp1,1 triliun, dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) senilai Rp879,9 miliar.

Sedangkan emiten batu bara yang diburu asing antara lain, PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) sebesar Rp494,8 miliar dan PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) senilai Rp263,4 miliar. Analis PT MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menuturkan, selama sepekan ini, aliran dana investor asing didominasi masuk ke emiten perbankan dan batu bara. 

Hal itu dipengaruhi oleh harga komoditas sehingga masih cenderung menarik. "Kemudian dari rilis data ekonomi nasional yang dapat dikatakan baik diperkirakan juga menjadi daya tarik investor asing terhadap IHSG,” ulasnya, Senin (12/9/2022).

Aksi investor asing yang membeli saham bank dan batu bara ini dinilai dapat dicermati pelaku pasar. "Ya dapat dilihat secara teknikalnya, pelaku pasar masih dapat memilih emiten batu bara yang kecenderungannya masih belum naik signifikan dan dapat dijadikan buy on weakness terlebih dahulu,” ulasnya. 

Saham emiten tambang batu bara masih menjadi primadona di pasar modal Tanah Air. Bukan hanya kalangan investor ritel saja yang banyak memperbincangkan saham-saham di sektor yang satu ini, tetapi kebanyakan analis juga masih memandang saham batu bara sebagai aset yang menarik untuk dikoleksi.

Jika melongok ke laporan keuangan semester I-2022, dari 11 perusahaan tambang batu bara yang telah merilis kinerjanya mencatatkan pertumbuhan laba ratusan bahkan ribuan persen. Bahkan jika laba bersih ke-11 perusahaan tersebut ditotal, maka total laba bersihnya bisa mencapai Rp48 triliun.

Apabila dibandingkan dengan total laba bersih semester I tahun sebelumnya yang hanya Rp10 triliun, maka capaian laba bersih tahun ini melonjak 390% secara year on year (yoy). Dengan capaian tersebut wajar saja jika indeks sektoral energi berhasil menguat sampai 82% sepanjang tahun ini.

Dari 11 emiten batu bara yang sudah melaporkan kinerja keuangan semester I-2022, nilai PER-nya berada di kisaran 2,8-7,1 kali. Rata-rata PER berada di 4,5 kali. PER terendah dimiliki oleh saham PT Indika Energy Tbk (INDY) sedangkan yang tertinggi milik PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA).

Sebagai catatan, laba bersih yang digunakan dalam metode valuasi ini adalah laba bersih yang disetahunkan (annualized). Dari 11 emiten batu bara tersebut ada 6 saham yang PER-nya di bawah rata-rata dan sisanya berada di atas rata-rata.

Menariknya, dari ke-6 saham yang divaluasi relatif murah tersebut, beberapa nama besar seperti PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO), PT Indika Energy Tbk (INDY), PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG), hingga PT Bukit Asam Tbk (PTBA), masih bisa dikatakan murah jika dibandingkan dengan peers-nya. (tim redaksi)

#emitenbatubara
#aksibeliinvestorasing
#emitenperbankan
#sahambatubaramasihmembara
#sahamcuan
#primadonapasarmodal
#bursaefekindonesia

Tidak ada komentar