Breaking News

Dunia Kacau Balau, Sri Mulyani Khawatir Indonesia Kena Dampaknya

Sri Mulyani (net)

WELFARE.id-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan keresahannya mengenai situasi global yang kian tak pasti menjelang 2023. Dia mengatakan, situasi dunia yang tengah kacau balau berpotensi memberikan dampak negatif terhadap anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2023. 

"Terutama dari sisi penerimaan setoran negara, mungkin tidak akan setinggi atau secemerlang tahun ini. Setiap kali ada commodity boom, jumlah penerimaan melonjak, atau meledak, tapi kemudian pingsan. Ini situasi tantangan dalam pengelolaan keuangan negara," ujar Sri dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, dikutip Selasa (6/9/2022). 

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menyebut kekacauan dunia ini disebabkan oleh pandemi COVID-19 yang belum nampak kapan berakhirnya, ditambah dengan gejolak geopolitik akibat perang Rusia-Ukraina. Belum lagi ada ancaman krisis di berbagai belahan dunia, juga ancaman terjadinya stagflasi global. "Inflasi global terus meningkat yang kemudian diikuti dengan peningkatan suku bunga, ini lalu diikuti pengetatan likuiditas dan krisis utang, maka pemulihan ekonomi pun akan terdampak," jelasnya. 

Apalagi, di tahun 2023 pertama kali ditargetkan perpajakan di atas Rp2 ribu triliun, yakni sebesar Rp2.016,9 triliun. Di mana itu terdiri dari kepabeanan, pajak, dengan pertumbuhan yang relatif konservatif. Angka ini lebih tinggi dari outlook realisasi penerimaan 2022 yang sebesar Rp1.924,9 triliun. 

"Padahal tahun ini pertumbuhan perpajakan bisa mencapai 24,4 persen dan 2021 pertumbuhannya mencapai 20,4 persen. Penerimaan pajak harus bisa dinetralisir dengan pembiayaan. Baseline penerimaan pajak relatif makin luas dan kuat, sehingga tak tergantung dengan shock yang sifatnya bisa mempengaruhi keseluruhan," pungkasnya. (tim redaksi) 

#menkeu
#srimulyani
#commodityboom
#inflasiglobal
#apbn2023
#pajak

Tidak ada komentar