Breaking News

Ditangkap di Bali, Ayah Tiri Pelaku Pencabulan Anak SD di Kota Tangsel Ditahan

Ilustrasi pencabulan anak. Foto: net

WELFARE.id-Ayah tiri yang melakukan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) berhasil ditangkap. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombespol Endra Zulpan mengatakan bahwa pelaku berinisial S, 42 tahun, sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Adapun korban pencabulan adalah seorang anak berusia 12 tahun berinisial AKN. ”Untuk waktu kejadian perkara ini pada Januari 2022 dan terjadi di wilayah hukum Polres Tangerang Selatan," katanya, Jumat (9/9/2022).

Pengungkapan kasus ini dilakukan oleh Unit VI Satreskrim Polres Tangsel. Laporan kasus tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/1189/VII/2022/SPKT/Polres Tangerang Selatan/PMJ tertanggal 6 Juni 2022.
Untuk barang bukti yang disita kepolisian adalah hasil visum et repertum dan pakaian korban. "Modus operandi kasus ini adalah pelaku melakukan pencabulan terhadap anak tirinya," paparnya juga.

Zulpan juga menjelaskan yang menjadi keprihatinan polisi, pelaku mencabuli korban yang merupakan anak tirinya sendiri berulang kali. Korban yang baru kelas 4 SD itu dicabuli hampir setiap malam. Dalam salah satu pencabulan, korban sempat melawan hingga pelaku menghentikan perbuatan bejatnya.

Menurut Zulpan lagi kasus ini terungkap ketika tersangka pergi dari rumah, korban baru bercerita pada ibu kandungnya jika ayah tirinya melakukan pencabulan.

Menurut Zulpan lagi, pelaku sempat pergi ke Denpasar, Bali. Pada 2 September 2022 keberadaan pelaku diketahui berdasarkan informasi dari orang tua korban. Penyidik Polres Tangerang Selatan lalu berkoordinasi dengan Polsek Denpasar Selatan untuk menindaklanjuti informasi tersebut.

Pelaku, kata Zulpan, bekerja sebagai tukang pangkas rambut di Denpasar. Penyidik pun menjemput pelaku ke lokasi di mana dia bekerja dan membawanya ke Polres Tangerang Selatan.

"Pada Minggu, 4 September 2022, tersangka S dibawa ke Polres Tangerang Selatan untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Dalam pemeriksaan tersebut, pelaku mengakui dan terbukti dan memenuhi unsur pidana sebagai tersangka," kata perwira menengah Polri ini lagi.

Atas perbuatannya, tersangka dijerat Pasal 82 Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 Perlindungan Anak dan terancam penjara maksimal 15 tahun dengan denda maksimal Rp 5 miliar.

Akibat perbuatan ayah tirinya itu korban merasa ketakutan ketika berhadapan dengan orang dewasa.

Zulpan juga memaparkan korban dipastikan telah mendapat pendampingan secara psikologis dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Kota Tangerang Selatan. (tim redaksi)

#pencabulan
#polrestangerangselatan
#poldametrojaya
#anakdibawahumur
#ayahtiri
#anaktiri

Tidak ada komentar