Breaking News

Daftar 20 Hakim yang Terjerat Kasus Korupsi Jual-Beli Perkara di Pengadilan

Ilustrasi palu hakim dan keadilan hukum. Foto: net

WELFARE.id-Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) baru saja menahan Hakim Agung Mahkamah Agung (MA) Sudrajad Dimyati sebagai tersangka korupsi, terkait dugaan suap terkait pengurusan, Jumat (23/9/2022).

Sudrajat ditetapkan sebagai tersangka bersama sembilan orang lainnya setelah KPK lakukan operasi tangkap tangan (OTT) dan menyita uang dari dua tersangka, yakni Kepaniteraan MA Desy Yustria dan PNS MA Albasri sebesar Rp800 juta.

Penetapan tersangka dan penahanan Hakim Agung Sudrajad tersebut menambah panjang daftar hakim yang terjerat kasus korupsi di Tanah Air. Bukan kali ini saja KPK menangkap hakim yang melakukan korupsi.

Pada awal 2022 ini, tepatnya 20 Januari 2022, KPK menetapkan hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya Itong Isnaini Hidayat sebagai tersangka dugaan suap pengurusan perkara di PN Surabaya.

Berdasarkan penelusuran, hakim pertama yang terseret kasus korupsi adalah hakim PN Jakarta Selatan Herman Allositandi. Dia ditangkap pada Januari 2006. Herman dinyatakan terbukti melakukan penyalahgunaan jabatan.

Dia memeras saksi perkara korupsi di PT Jamsostek dan dicokok KPK. Herman lantas diganjar dengan pidana penjara 4,5 tahun dan denda Rp 200 juta.

Selanjutnya penangkapan hakim berlanjut pada 2 Oktober 2013. Penyidik KPK menangkap Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar melalui OTT. 

Akil kemudian dinyatakan terbukti bersalah menerima hadiah atau janji terkait pengurusan sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Lebak, Provinsi Banten, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Majelis hakim menjatuhkan vonis seumur hidup kepada Akil saat persidangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta 30 Juni 2014.

Lalu pada 25 Januari 2017, KPK menangkap Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Patrialis Akbar karena 
menerima suap terkait perkara uji materi Undang-Undang (UU) Nomor 41 Tahun 2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

Dugaan KPK dinyatakan terbukti oleh majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta. Patrilias dijatuhi pidana penjara 8 tahun, dan denda Rp300 juta. Patrialis juga dijatuhi pidana pengganti sesuai dengan jumlah uang suap yang diterimanya USD10.000 dan Rp4.043.000.

Berikut daftar 20 hakim yang terjerat korupsi yang dikumpulkan dari berbagai sumber: 

1. Kartini Marpaung, hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Semarang. 
2. Heru Kisbandono, hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Pontianak. 
3. Pragsono, hakim Pengadilan Tipikor Semarang.
4. Asmadinata, hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Palu. 
5. Setyabudi Tejocahyono, Wakil Ketua PN Bandung. 
6. Ramlan Comel, hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Bandung. 
7. Pasti Serefina Sinaga, hakim Pengadilan Tinggi Jawa Barat. 
8. Amir Fauzi, hakim PTUN Medan. 
9. Dermawan Ginting, hakim PTUN Medan. 
10. Tripeni Irianto Putro, Ketua PTUN Medan. 
11. Janner Purba, Ketua PN Kepahiang. 
12. Toton, hakim PN Kota Bengkulu. 
13. Dewi Suryana, hakim Pengadilan Tipikor Bengkulu. 
14. Sudiwardono, Ketua Pengadilan Tinggi Sulawesi Utara. 
15. Merry Purba, hakim ad hoc Pengadilan Tipikor Medan. 
16. Wahyu Widya Nurfitri, hakim Pengadilan Negeri Tangerang. 
17. Iswahyu Widodo, hakim PN Jakarta Selatan.
18. Irwan, hakim PN Jakarta Selatan. 
19. Lasito, hakim PN Semarang. 
20. Kayat, hakim PN Balikpapan. (tim redaksi)



# korupsi
#operasitangkaptangan
#ott
#kpk
#mahkamahagung
#hakimagung
#suapperkara
#jualbeliperkara

Tidak ada komentar