Breaking News

Buru Buronan Asal Malaysia, AS Tawarkan Hadiah hingga 40 Ribu Dolar

Ilustrasi pencarian buronan korupsi AS yang berasal dari Malaysia. Foto: net 

WELFARE.id-Guna memburu buronan korupsi asal Malaysia yang melarikan diri, lembaga penegak hukum Amerika Serikat (AS) menawarkan hadiah sebesar USD40 ribu atau setara Rp596 juta (kalkulasi 1 USD sama dengan Rp14.900). 

Hadiah itu akan dibeirkan bagi siapapun yang dapat memberikan informasi terkait buronan kontraktor militer atau pertahanan asal Malaysia tersebut. Kasus ini merupakan salah satu skandal penyuapan terbesar dalam sejarah militer AS.

Leonard Glenn Francis yang dikenal sebagai ’Fat Leonard’ melarikan diri awal bulan ini setelah memotong monitor GPS yang terpasang di pergelangan kakinya setelah dikenai tahanan rumah. 

Dia dijadwalkan menghadiri sidang vonis pada akhir September setelah mengaku bersalah pada 2015 atas perannya dalam kasus suap senilai USD35 juta yang melibatkan pejabat senior Angkatan Laut AS.

”Total hadiah USD40 ribu (masing-masing USD20 ribu) ditawarkan oleh US Marshals Service dan NCIS (Naval Criminal Investigative Service) untuk informasi yang secara langsung membantu penangkapan Francis,” terang pernyataan US Marshals Service, dilansir dari Aljazeerah, Sabtu (10/9/2022).

Francis menghadapi hukuman penjara hingga 25 tahun ketika dia memutuskan monitor GPS yang dipasang di pergelangan kakinya pada 4 September 2022 dan melarikan diri dari pengawasan penegak hukum AS. 

Sebelumnya Francis diizinkan tetap berada di sel tahanan untuk menerima perawatan medis karena penyakit yang dia derita. Francis telah bekerja sama dengan jaksa mengamankan 33 dari 34 terdakwa, yang terdiri dari puluhan perwira Angkatan Laut AS yang terlibat korupsi.

Usai melarikan diri dari tempat tinggalnya, warga mengatakan kepada polisi mereka melihat truk U-Haul datang dan pergi dari rumah Francis di San Diego beberapa hari sebelum dia menghilang. 

Pada 2015 Francis mengaku bersalah karena menawarkan layanan prostitusi, perjalanan dan hotel mewah, termasuk makanan mewah dan suap senilai lebih dari USD500 ribu kepada pejabat Angkatan Laut AS dan lainnya.

Suap tersebut untuk membantu perusahaan servis kapalnya yang berbasis di Singapura, Glenn Defense Marine Asia Ltd. atau GDMA, mendapatkan kontrak dengan Angkatan Laut AS. 

Jaksa mengatakan perusahaan itu kemudian membebankan biaya berlebihan kepada Angkatan Laut AS setidaknya USD35 juta untuk melayani kapal-kapal milik Angkatan Laut AS yang singgah. 

Sebagian besar kapal diarahkan ke pelabuhan-pelabuhan yang dikendalikan oleh Francis di Laut Pasifik dengan bantuan pejabat Angkatan Laut AS yang telah menerima suap.

Guna memburu Francis, 10 agen terbaik AS dikerahkan. Namun para pejabat menduga Francis mungkin sudah berada di Meksiko atau dalam perjalanan kembali ke Asia. 

Pihak berwenang AS juga telah mengeluarkan red notice untuk Francis dan meminta penegak hukum di seluruh dunia untuk menangkapnya dengan kemungkinan ekstradisi. Malaysia dan Singapura memiliki perjanjian ekstradisi dengan AS. (tim redaksi)


#buronan
#wargamalaysia
#korupsi
#angkatanlaut
#amerikaserikat
#usmarshal
#ncis

Tidak ada komentar