Breaking News

Bola Salju Kenaikan Harga BBM, Tarif Angkutan Umum Bakal Naik 20-25 Persen

Angkot ngetem nunggu penumpang di Terminal Kampung Melayu usai kenaikan BBM. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Bola salju, kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi yang diberlakukan pada Sabtu (3/9/2022) mulai menggelinding menaikkan harga-harga.  

Salah satunya, ongkos angkutan umum yang sebentar lagi bakal naik. Dengan kenaikan harga BBM bersubsidi itu, masyarakat harus menyiapkan diri mengeluarkan anggaran lebih untuk membayar ongkos angkutan umum kala bepergian.

"Tarif angkutan umum pasti naik, jadi saya pikir wajar dan pasti naik. Untuk kelas ekonomi kita akan menunggu keputusan otoritas, kalau non ekonomi ya kita sesuaikan saja," terang Sekjen Organisasi Pengusaha Nasional Angkutan Bermotor di Jalan (Organda) Ateng Aryono, Minggu (4/9/2022).

Ateng juga menjelaskan, untuk penyesuaian tarif penumpang angkutan kota dan kelas ekonomi memang harus mengacu pada aturan yang ditetapkan oleh pemerintah daerah (pemda) masing-masing wilayah. 

Tapi untuk tarif tiket Bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) akan berpedoman kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Sementara untuk taksi maupun Angkutan Antar Kota Antar Daerah (AKDP) mengacu pada aturan pemerintah provinsi (pemprov). 

Sedangkan kenaikan tarif angkutan perkotaan dan perdesaan harus mengacu kepada aturan Dinas Perhubungan (Dishub) di pemerintah kota/kabupaten tempat angkutan itu beroperasi.

Sebelumnya, Ateng mengatakan Organda telah menyampaikan kepada setiap pemerintah agar segera membuat aturan mengenai penyesuaian tarif angkutan umum di daerahnya masing-masing. 

Organda juga akan segera bertemu dengan jajaran Kemenhub untuk merapatkan kenaikan tarif angkutan umum tersebut. ’Saat ini masih berproses, kita imbau berbagai otoritas di berbagai tingkatan harus melakukan konsolidasi," cetusnya juga. 

Terkait besaran kenaikan tarif angkutan, Ateng belum dapat menjelaskan detail. Namun, ia menyampaikan, kenaikan harga BBM yang baru diputuskan oleh pemerintah kemungkinan akan menyebabkan kenaikan harga tarif berkisar antara 20 persen hingga 25 persen.

"Namanya kenaikan BBM pasti ada multiplier effect, semua komoditas pasti akan terpengaruh. Di transportasi juga ada biaya suku cadang, memang kita harus pertimbangkan berbagai hal sebelum menaikan tarif angkutan umum," katanya juga.  

Selain masalah kenaikan tarif angkutan, Organda juga meminta pemerintah menjamin kelancaran pasokan BBM bersubsidi. Penyediaan BBM bersubsidi harus merata sesuai kebutuhan di seluruh Indonesia.

Untuk diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi menaikkan harga BBM bersubsidi jenis pertalite menjadi Rp10 ribu per liter dari Rp7.650. Lalu, solar naik jadi Rp 6.800 per liter dari Ep5.150/liter dan pertamax dari sebelumnya Rp12.500 naik jadi Rp 14.500/liter. (tim redaksi)

#bbm
#kenaikanharga
#organda
#angkutanumum
#penyesuaiantarif
#kemenhub
#angkutanumum

Tidak ada komentar