Breaking News

Belum Muncul ke Publik, Rumor Kudeta Xi Jinping Makin Liar

Presiden Tiongkok Xi Jinping. Foto: Istimewa/ Getty Images via BBC.com

WELFARE.id-Rumor tidak berdasar mengenai Presiden Tiongkok Xi Jinping yang dikudeta dan kini jadi tahanan rumah makin liar. Rumor tersebut berembus di media sosial.

Ditambah, sejak kunjungan Xi ke Uzbekistan, dirinya belum tampil lagi ke muka publik. Salah satu rumor yang beredar adalah bahwa Li Qiaoming, seorang jenderal Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) dari militer China, telah menggantikan Xi Jinping.

Melansir Newsweek, Senin (26/9/2022), akun Twitter India secara mencolok mempromosikan desas-desus tentang Xi Jinping. Salah satu akun yang ikut mendengungkan isu liar itu yakni politikus India, Subramanian Swamy.

"Ketika Xi berada di Samarkand baru-baru ini, para pemimpin Partai Komunis China telah mencopot Xi dari penanggungjawab Angkatan Darat Partai. Kemudian diikuti tahanan rumah. Begitu rumor yang beredar," tulis Swamy dalam akun Twitter miliknya, Sabtu (24/9/2022).

Menurut stasiun televisi India OdishaTV, Li Qiaoming lahir pada 1961 dan dipromosikan sebagai jenderal-pangkat tertinggi PLA-pada 2019. Li juga anggota komite pusat Partai Komunis China (PKC).

Sementara, menurut outlet berita Nikkei Asia, Li dianggap sebagai pesaing untuk melayani sebagai anggota Komisi Militer Pusat China, sebuah panel dengan otoritas atas keputusan militer. Li juga disebut menulis sebuah artikel yang selaras dengan Xi, yang ingin meningkatkan kontrol partai komunis terhadap tentara.

Xi Jinping Bertemu Putin Pekan Lalu

Pekan lalu, Xi menghadiri pertemuan puncak para pemimpin Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Samarkand, Uzbekistan. Dalam momen itu, Xi juga bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Dalam sambutan pembukaannya, Putin berharap Xi sukses di Kongres Nasional ke-20 Partai Komunis China bulan depan. Anggota PKC diharapkan memberi Xi masa jabatan ketiga yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Apalagi, pada Rabu (21/9/2022), melansir China.com, ribuan penerbangan dilaporkan telah dibatalkan. Sejak itu, rumor mengenai kudeta Xi makin kencang.

Sebanyak 9.583 penerbangan telah dibatalkan pada Rabu (21/9/2022) pukul 10.35 malam waktu setempat. Itu berarti 59,66 persen penerbangan terjadwal dibatalkan pada hari itu.

"Tiga bandara Tiongkok, yakni Guiyang Longdongbao, Lhasa Gongga, dan Chengdu Tianfu memiliki tingkat pembatalan yang tinggi di provinsi Barat. Guiyang Longdongbao memiliki 539 penerbangan yang dibatalkan, dengan tingkat pembatalan 99 persen. Sedangkan di Lhasa Gongga 157 penerbangan dibatalkan, dengan tingkat pembatalan 98 persen," menurut laporan media lokal.

Sebanyak 752 penerbangan dibatalkan di bandara Chengdu Tianfu, dengan tingkat pembatalan 87 persen. Pembatalan serupa juga terlihat di bandara lain di negara ini.

Selain itu, seluruh operasi kereta api dihentikan hingga pemberitahuan lebih lanjut. Rumor menyebut Xi ditahan saat tiba di bandara setelah kembali dari KTT Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO) di Uzbekistan. 

Saat itu Xi diyakini ditahan di rumahnya yang berada di Zhongnanhai. Sejumlah akun juga menyebut terjadi pengerahan kendaraan militer ke Beijing pada 22 September, sehari setelah penerbangan dibatalkan.

Banyak pihak menyebut, rumor itu muncul menjelang penetapan Xi Jinping sebagai presiden 3 periode. Sebelum isu ini berhembus, dua mantan menteri dijatuhi hukuman mati dan empat pejabat dikirim ke penjara seumur hidup di Tiongkok pekan lalu ketika Partai Komunis melanjutkan kampanye anti-korupsi yang diprakarsai oleh Xi Jinping. Pemecatan pejabat itu dianggap Xi sebagai penentang atau pembangkang. (tim redaksi)

#presidentiongkok
#xijinping
#rumorkudeta
#ribuanpenerbangandibatalkan
#rumorjaditahananrumah
#rumorjelangpenetapanpresiden3periode

Tidak ada komentar