Breaking News

Bayi Usia 4 Bulan Tidur Terpisah dari Ortu, Ternyata Banyak Manfaatnya Bunda

Membiasakan bayi tidur sendiri. Foto: Ilustrasi/ Dok.Hello Sehat

WELFARE.id-Nikita Willy ternyata sudah membiasakan anaknya untuk tidur sendiri tanpa didampingi kedua orang tua. Dia mempunyai alasan tersendiri, memisahkan kamarnya dengan sang buah hati.

Seperti diketahui, Nikita Willy memiki anak bernama Issa Xander Djokosoeton, buah pernikahannya dengan sang suami Indra Priawan. "Cara banguninnya, pelan-pelan buka jendelanya dan matiin waith noise-nya. Terus dia bangun," ungkap Nikita Willy dalam video YouTube miliknya, dikutip Senin (19/9/2022).

Saat ini, Baby Izz baru berusia 5 bulan. Namun Niki dan suami mulai membiasakan anaknya untuk berada atau tidur di kamar sendiri.

Di dalam kamar Baby Izz juga, pemain sinetron "Putri yang Ditukar" itu masih bisa memantau anaknya melalui kamera yang tepat berada di atas ranjang anaknya tersebut.

"Jadi kita bisa kita lihat Izza saat tidur dan sudah bangun. Ini kedengaran suara apapun. Jadi aku enggak perlu khawatir, pasti bisa ketangkep dan aku bisa lihat dari handphone aku," bebernya.

Manfaat membiasakan bayi tidur sendiri

Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Jurnal Pediatrics menyatakan, usia terbaik bayi untuk bisa tidur sendiri di kamarnya adalah 4 bulan. Ian Paul, pemimpin dalam studi ini beserta timnya menganalisa data dari 230 keluarga, yang berpartisipasi secara acak dan mengikuti pemeriksaan terkontrol selama 2 tahun.

Setengah dari para ibu yang menjalani pemeriksaan ini, didukung untuk memindahkan bayi mereka ke kamar lain yang diperuntukkan bagi anak mereka setelah umur setahun. Sebanyak 50% ibu lainnya menerima saran intensif dari petugas kesehatan yang datang ke rumah mereka. 

Pemisahan kamar antara orang tua dan bayi bisa menekan risiko Sudden Infant Death Syndrome (SIDS), dengan mengubah kamar tidur menjadi lebih aman untuk bayi. Para peneliti menemukan hasil yang mengejutkan dari studi ini. 

Berikut poin penting yang mereka dapatkan:

- Bayi yang tidur sendiri di kamar mereka di usia 4 bulan, secara umum memiliki durasi tidur yang lebih lama. 

- Bayi yang tidur bersama orang tua hingga usia 9 bulan, memiliki rata-rata waktu tidur 9,75 jam per malam. Sedangkan, bayi yang tidur sendiri sejak usia 4 bulan, memiliki waktu tidur rata-rata 10,5 jam per malam. Dan 10 jam bagi bayi yang mulai tidur sendiri pada usia antara 4 dan 9 bulan.

- Bayi yang tidur di kamar mereka sendiri setelah usia 4 bulan, memiliki rentang waktu tidur lebih lama, yakni 9 jam. Dibandingkan bayi yang masih tidur di kamar orangtua pada usia antara 4 dan 9 bulan, yang hanya memiliki rentang waktu 8,3 jam. Dan hanya 7,4 jam bagi bayi yang tetap tidur di kamar orang tuanya setelah usia 9 bulan.

"Anak dapat dilatih saat usia 2–3 tahun secara bertahap. Diharapkan, di usia 7–8 tahun sudah mau tidur sendiri. Maksimal pada usia prapubertas ketika anak sudah harus menghargai privasi dirinya dan orang lain,’’ jelas Nurul Hidayati MPsi, terpisah.

Psikolog Anak itu menambahkan, tentu, kita para orang tua tahu kalau anak tidak akan selamanya hidup dan tinggal bersama kita. "Maka itu, penting untuk memberinya akar (basic values, kasih sayang, bonding) dan sayap (salah satunya kemandirian),’’ imbuhnya.

Tidur sendiri tidak hanya menjadikan anak lebih mandiri, tetapi juga meningkatkan kepercayaan diri dan mengasah keberaniannya. Anak juga dapat memahami area privasinya dan orang lain secara lebih baik. 

Termasuk privasi kedua orang tuanya. Saat harus di tempat baru seorang diri, mereka tidak akan kaget jika harus tidur tanpa ayah dan ibu.

’’Dia akan memiliki kebanggaan ketika mampu tidur tanpa dikeloni orang tuanya dan melakukan apresiasi diri sehingga menambah self-esteem-nya,’’ imbuh psikolog Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) Surabaya itu.

Kualitas tidur anak pun jadi lebih terjaga. Mereka akan lebih nyenyak dan pulas. 

Beda halnya apabila anak masih tidur dengan orang tua. Bisa saja anak terbangun di tengah malam karena suara dengkuran atau saat ortu bergerak ke kamar mandi.

Pada bayi di bawah 1 tahun, menidurkannya terpisah dengan ortu dapat mengurangi risiko sindrom kematian mendadak atau SIDS. Berdasar pendapat ahli, ada berbagai faktor penyebab terjadinya SIDS. 

Salah satunya, posisi tidur bayi seperti tengkurap. Ada pula beberapa kasus akibat tertindih orang tuanya.

’’Apabila ibu dapat menjaga posisi saat bersama bayinya dalam posisi aman, sebenarnya SIDS dapat dihindari. Secara umum, menaruh anak usia 1–4 bulan di tempat tidurnya (boks bayi) adalah baik untuk kehati-hatian dan keamanan si bayi,’’ terang Nurul.

Sleep training memang membutuhkan kesiapan dari dua belah pihak. Baik sisi anak maupun orang tua. 

Nurul menyebutkan, orang tua kerap merasa tidak tega membiarkan anaknya tidur sendiri. Padahal, hal itu penting sebagai bekal sayap anak kelak.

’’Harus konsisten melatihnya. Semua langkah pengasuhan itu kan butuh konsistensi dan ’ditegain’ untuk mendorong kemandirian anak. Namun, tidak dengan pemaksaan, ya!’’ pesan psikolog sekaligus pengurus Asosiasi Psikolog Sekolah Indonesia (APSI) itu. (tim redaksi)

#tipsparenting
#membiasakananaktidursendiri
#bayitidurterpisah
#manfaatbayipunyakamarsendiri
#melatihkemandirian
#melatihkepercayaandiri
#psikolog
#bonding
#risikokenasids

Tidak ada komentar