Breaking News

Baksos World Quanzhou Youth Friendship Association Indonesia Subbranch dan Yayasan Pemuda Quanzhou Indonesia, Sukacita bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kegiatan sosial World Quanzhou Youth Friendship Association Indonesia Subbranch bersama dengan Yayasan Pemuda Quanzhou Indonesia memberikan sumbangan ke Yayasan Bhakti Luhur Anak Berkebutuhan Khusus di Gunung Sindur, Parung, Minggu (11/9/2022). Foto: WELFARE.ID

WELFARE.id-Masa pandemi COVID-19 memukul semua lini ekonomi. Kondisi itu berimbas kepada turunnya jumlah donasi dermawan ke panti-panti sosial.

Hal itu dibenarkan Kepala Yayasan Bhakti Luhur Anak Berkebutuhan Khusus, Suster Cicilia Rukiyah, ALMA. Dia mengakui, ada penurunan jumlah dermawan yang berdonasi di tengah situasi ekonomi saat ini.

Dia pun mengaku bisa memaklumi kondisi tersebut. Namun, hal itu tentu tidak mudah bagi Yayasan Bhakti Luhur yang menaungi ratusan anak berkebutuhan khusus.

"Macam-macam, ada yang tuna grahita, tuna netra, tuna wicara, dan autis. Mereka tetap harus makan dan dicukupi pendidikan dan keterampilannya. Tapi saya percaya berkat Tuhan tidak akan putus, terbukti terjadi hari ini (kemarin, Red)," ucapnya, Minggu (11/9/2022).

Dirinya mengaku bersyukur, masih ada dermawan di saat sulit seperti saat ini. Ya, Yayasan Bhakti Luhur yang berlokasi di Gunung Sindur, Parung, kedatangan para dermawan dari World Quanzhou Youth Friendship Association Indonesia Subbranch dan Yayasan Pemuda Quanzhou Indonesia, Minggu (11/9/2022). 

Mereka menyumbangkan kebutuhan pangan, alat tulis, dan pakaian layak pakai untuk anak-anak berkebutuhan khusus yang bernaung di yayasan tersebut. Di antaranya, beras, mi instan, deterjen, minyak goreng, aneka alat tulis dan buku, susu, tepung, sabun cair, dan baju anak.

"Kami rutin melakukan aksi sosial seperti ini, setiap 2-3 bulan sekali. Biasanya kami salurkan langsung sumbangan ke panti jompo, panti asuhan, dan panti sosial lain. 

Kali ini juga, semoga bantuan kami bermanfaat bagi anak-anak dan pengurus Yayasan Bhakti Luhur," ucap Ketua Umum World Quanzhou Youth Friendship Association Indonesia Subbranch dan Yayasan Pemuda Quanzhou Indonesia, Shi Wen Gai.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, saat pandemi COVID-19 sedang parah-parahnya di Indonesia, mereka juga beberapa kali memberikan bantuan masker. "Anggota perkumpulan ini merupakan pengusaha asal Quanzhou dan ada juga warga Tionghoa Indonesia keturunan Quanzhou. Kami tidak hanya ingin berbisnis di Indonesia, tapi juga memberikan sumbangsih untuk masyarakat Indonesia," imbuhnya.

Sebatas informasi, Yayasan Bhakti Luhur mengasuh 299 anak berkebutuhan khusus dari berbagai latar belakang suku dan agama. Dari balita hingga dewasa di atas 20 tahun.

Mereka adalah anak-anak berkebutuhan khusus yang tidak bisa mengikuti pendidikan di sekolah umum. Di yayasan tersebut, mereka mendapatkan pendidikan, aneka keterampilan, dan terapi. Diharapkan, dengan pelatihan dan pendidikan di yayasan, anak berkebutuhan khusus tersebut bisa lebih mandiri dan percaya diri. (tim redaksi)

#yayasanbhaktiluhur
#pantianakberkebutuhankhusus
#worldquanzhouyouthfriendshipassociationindonesiasubbranch
#yayasanpemudaquanzhouindonesia
#anakberkebutuhankhusus
#aksisosial
#baktisosial

Tidak ada komentar