Breaking News

Alternatif Transportasi Udara yang Mahal, Kota Sibolga Wacanakan Umrah dengan Kapal Laut

Jamaah haji asal Indonesia dulu yang berangkat ke Tanah Suci menggunakan kapal laut. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Tidak hanya dengan kapal, umrah ke Tanah Suci juga bisa dilakukan dengan kapal laut. Jadi, umroh menggunakan kapal laut masih sangat memungkinkan. 

Itu terjadi setelah sejumlah pihak terkait, khususnya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Kementerian Agama, dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mendukung rencana mewujudkan visi maritim berbasis religi umrah dengan kapal laut dari Pelabuhan Kota Sibolga.

Rencana ini dibahas dalam seminar Nasional Kemaritiman oleh Pemerintah Kota Sibolga, Sumatera Utara, didukung Indonesian Maritime Pilots Assocciation yang digelar secara hybrid. 

Ketua MUI Sumatra Utara Dr H. Maratua Simanjuntak mengatakan, banyak manfaat yang akan didapat oleh jamaah umrah atau bahkan berhaji jika berangkat menggunakan kapal laut. 

Selain hemat biaya, karena ongkos menggunakan kapal udara lebih mahal, jamaah yang menggunakan kapal laut akan lebih efektif untuk mengkhususkan diri beribadah meninggalkan segala kesibukan dunia selama perjalanan ibadah menggunakan kapal laut.

”Karena saat umrah dengan kapal laut bisa diisi dengan kegiatan ibadah, belajar agama dan manasik umrah yang meliputi rukun, sunnah umroh dan dari mana jamaah memulai niatnya sebagai bekal ilmu jamaah tanah suci,” kata Maratua saat menjadi pembawa materi seminar Mewujudkan Visi Maritim Berbasis Religi Umrah Dengan Kapal Laut Dari Pelabuhan Kota Sibolga, Kamis (8/9/2022).

Menurutnya juga, para peserta umrah dengan kapal laut akan diajak beribadah dan berlatih di ’Pesantren Kapal’ di bawah bimbing para ustadz dan mursyid dari travel umrah. Di Pesantren Kapal itu, jamaah bisa selalu melakukan shalat lima waktu berjamaah, shalat dhuha sebanyak delapan rakaat, tahajud di akhir malam dan salat sunnah, serta diajarkan cara berzikir sebagai penenang jiwa.

”Jadi banyak ilmu dan ibadah yang dapat diterapkan selama di atas kapal laut dalam perjalanan pergi dan pulang umrah ke Tanah Suci,” katanya juga.

Selain itu juga, di atas kapal laut jamaah bisa mengikuti tausiyah dari pembawa umrah dan haji. Para ustadz bisa memberikan pendampingan tentang fardhu ain, fardhu kifayah, tauhid, akhlak, faraidh, tasawuf serta ekonomi Islam. 

Selain itu, yang tidak kalah pentingnya termasuk masalah ukhuwah atau persaudaraan Islam. ”Program semacam pesantren kilat juga baik pada saat pergi maupun saat kembali, sehingga memperoleh umrah yang mabruroh,” paparnya juga.

Menurutnya lagi, kapal laut akan menjadi alternatif transportasi pelaksanaan umrah. Jika dilihat dari sisi kapasitas, menggunakan kapal laut jauh lebih banyak mengangkut jamaah umroh, yakni hingga 2.000 orang untuk satu kali perjalanan atau serta dengan setara dengan 5 hingga 6 kloter penerbangan pesawat. 

Selain itu, daya pacu kapal buatan tahun 2000-an, seperti jenis KM Labobar jauh lebih cepat dibandingkan kapal-kapal laut sebelumnya. 

”Kecepetan kapal bisa mencapai rata-rata 22 knot. Artinya apabila kapal diberangkatkan dari pelabuhan Belawan Medan menuju Jeddah, hanya memakan waktu tujuh hari perjalanan atau sekitar delapan hari bila dilakukan melalui Pelabuhan Sibolga,” paparnya juga. 

Maratua juga memastikan jika program ini terwujud akan memajukan perekonomian di Kota Sibolga. Untuk itu dia berharap umrah melalui Pelabuhan Sibolga ini bisa segera terealisasi. 

Apabila wacana ini terwujud akan dapat menjalin kerjasama baik dengan intansi vertikal, perbankan maupun pihak lain dan perekonomian di Kota Sibolga akan tumbuh pesat.

”Agar pelaksanaan ibadah umrah dapat berjalan dengan lebih sempurna, maka saya menyaranankan sebaiknya setiap keberangkatan umrah kapal laut, penyelenggara mengikutsertakan tim pembimbing ibadah, para dokter, paramedis dan ahli fiqih,” katanya lagi.

Sementara itu, Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus Kemenag Nur Arifin mengatakan, rencana ini bisa menjadi alternatif bagi jamaah yang berangkat dari Sumatra Utara. Sumatra Utara, khususnya Kota Sibolga memiliki jumlah jamaah umrah cukup besar.

Untuk itu, dia menyarankan, apapun kendaraannya yang akan digunakan, jamaah harus memastikan lima pasti umrah. Pertama pastikan izin, jadwal, penerbangan, hotel dan visa. 

”Sekitar Sibolga ada kekuatan jamaah umrah. Ini luar biasa, niat mulia memfasilitasi orang ibadah semoga dapat kemudahan dari Allah SWT, sehingga Sibolga menjadi layanan embarkasi umrah,” paparnya. 

Sedangkan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Prof Hilman Latief mengatakan wacana umrah dengan kapal luat dari Pelabuhan Sibolga sangat menarik jika jadi diwujudkan. 

Hal ini bisa menjadi alternatif baru perjalanan umrah atau haji menggunakan laut.  ”Gagasan dari Wali Kota Sibolga ini sangat menarik, dan bila terlaksana dengan lancar, dapat menjadi model tambahan untuk penyelenggaraan haji. Ada visi kemaritiman yang kuat dalam agenda ini,” tandasnya.

Sedangkan Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes Dr.dr Maxi Rein Rondonuwu mengatakan, secara teknis Kemenkes siap memfasilitasi wacana ini khususnya menyediakan tempat karantina sesuai ketentuan perundang-undangan. (tim redaksi)


#ibadahsuci
#umrahdengankapallaut
#pelabuhansibolga
#kotasibolga
#kemenag
#kemenkes
#pemkotsibolga

Tidak ada komentar