Breaking News

Ada Demo BBM, Presiden dan Wapres Tak Ada di Jakarta

Wakil Presiden Maruf Amin bertolak ke Palembang (dok wapres) 

WELFARE.id-Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Maruf Amin tidak berada di Jakarta saat demonstrasi menolak kenaikan harga BBM digelar hari ini, Selasa (6/9/2022). 

Presiden Joko Widodo dijadwalkan tetap bekerja seperti biasa dari Istana Kepresidenan Bogor pada Selasa. Hal tersebut disampaikan Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono menanggapi aksi demonstrasi menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan sejumlah pihak di beberapa lokasi di Jakarta. "Memang terjadwal dari Minggu lalu kan habis terima tamu negara di Bogor lanjut kegiatan hari ini di Bogor," ujarnya. 

Dia membantah Presiden Jokowi menghindari demo kenaikan harga BBM di Jakarta hari ini. Heru mengatakan jadwal aktivitas Jokowi sudah diatur sejak jauh hari. "Nggak. Saat kami jadwalkan beliau di Bogor kan, kami enggak tahu ada kenaikan BBM, ada demo, kita nggak tahu," tambahnya. 

Nantinya, pejabat terkait yang akan menemui perwakilan massa demonstrasi di Jakarta. 

Sementara itu, Wapres Ma'ruf Amin hari ini bertolak ke Palembang untuk meresmikan pembukaan Sidang Pleno XIX Asosiasi Fakultas Bisnis dan Ekonomi (AFEBI) dan Halal Summit 2022. 

Wapres diagendakan berangkat pukul 13.00 WIB dari Bandara Halim Perdanakusuma dan tiba di Palembang sekitar 14.00 WIB. 

Lewat siaran pers, Ma'ruf akan langsung menghadiri Pembukaan Sidang Pleno XIX Asosiasi Fakultas Bisnis dan Ekonomi (AFEBI) dan Halal Summit 2022 di Hotel Wyndham, Palembang. 

Selepas acara tersebut, Wapres direncanakan menuju Kantor Bank Sumsel Babel untuk menyaksikan Pengukuhan Pengurus Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) dan Pengurus Wilayah Ekonomi Syariah (MES) Provinsi Sumsel. 

Wapres juga akan meresmikan Launching Layanan ZISWAF Mobile Banking, dan Smart Booth Masjid. "Usai melaksanakan keseluruhan acara, Wapres dijadwalkan kembali ke Jakarta pada pukul 16.00 WIB di hari yang sama," mengutip siaran pers. 

Diketahui, kelompok buruh menggelar aksi demonstrasi untuk menolak kenaikan harga BBM bersubsidi di Kompleks MPR/DPR, Senayan, Jakarta pada hari ini. 

Sebagian besar massa demo buruh itu berasal dari Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh pimpinan Said Iqbal, serta sejumlah organisasi buruh lain di bawahnya. 

Massa aksi terlihat membawa sejumlah atribut penolakan mereka terhadap keputusan pemerintah yang telah menaikkan harga BBM bersubsidi.  

Aksi demo juga akan dilakukan sekelompok supir ojek online (ojol) yang tergabung dalam Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Indonesia. Mereka siap menggelar aksi unjuk rasa. Salah satu tuntutannya, meminta adanya subsidi potongan harga BBM semisal jenis Pertalite 30 persen. 

Ketua Presidium Garda Indonesia Igun Wicaksono mengatakan, para supir ojol seluruh Indonesia bakal menggelar aksi unjuk rasa di berbagai wilayah. "Kalau waktunya masih pematangan dulu, pembahasan. Memang kemungkinan minggu ini, tapi tanggalnya dari teman-teman masih mempertimbangkan beberapa hari dan tanggal yang pas," katanya. 

Igun menyatakan, aksi demonstrasi bakal digelar secara bertahap di seluruh Indonesia. Fokus utamanya bukan terhadap demo BBM yang baru saja naik, tapi lebih kepada meminta insentif khusus untuk ojol atas lonjakan harga tersebut. 

"Memang kita tuntutannya beda sendiri dengan yang lain. Kalau yang lain kan minta harga BBM turun, kalau kami fokusnya bukan itu. Tapi tetap, kita minta pemerintah berikan subsidi 30 persen buat ojol. Subsidi potongan harga bensin, BBM-nya," tuturnya. 

"Jadi maksudnya nilai subsidinya itu dengan harga (Pertalite) yang masih sama lah dengan yang lama, Rp7.650 (per liter)," tambahnya. 

Tuntutan lainnya, ojol juga meminta biaya sewa aplikasi yang kini dipatok 20 persen turun menjadi 10 persen. Alasannya, mereka tak ingin perhitungan harga tersebut turut memberatkan penumpang. 

Selain itu, Garda Indonesia pun mendesak agar ojek online bisa diakui secara legal sebagai moda angkutan umum. "Kami menghitung agar penumpang juga tidak berat dalam membayar ongkos tarif ojek online, lebih baik biaya sewa aplikasinya juga diturunkan. Tinggal penyesuaian harganya tidak terlalu tinggi," pungkasnya. (tim redaksi) 

#demo
#demoburuh
#demomahasiswa
#demotolakkenaikanbbm
#presidenjokowidodo
#wapresmarufamin

Tidak ada komentar