Breaking News

Usai Masa Reses, Komisi III DPR RI Panggil Pihak yang Tangani Penembakan Brigadir J

Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir. Foto: net

WELFARE.id-Kasus pengungkapan penembakan dan pembunuhan Brigadir Polisi (Brigpol) Nopryansah Yosua Hutabarat alias Brigadir J menjadi perhatian DPR RI terutama Komisi III DPR RI. 

Wakil Ketua Komisi III DPR Adies Kadir memastikan pihaknya segera membahas persoalan kasus Brigadir J yang menyeret Irjen Ferdy Sambo usai masa reses selesai. Beberapa pihak akan dipanggil untuk dimintai keterangan terkait informasi terkini dan sebenarnya apa yang terjadi

”Jadi agenda kami mengunjungi mitra kerja meminta masukan-masukan, baik itu apa yang dibutuhkan kemudian apa yang menjadi kasus-kasus yang menonjol perhatian masyarakat, bagaimana cara penyelesaiannya, anggarannya seperti apa, demikian yang kami bahas dengan mitra kerja,” ujarnya dalam keterangan resmi dikutif Minggu (14/8/2022).

Adies juga mengatakan jika seluruh anggota Komisi III DPR memberikan perhatian yang tinggi terkait penanganan dan penyidikan kasus pembunuhan Brigadir J. Ia mengatakan, pihaknya kerap melakukan komunikasi intens dengan Mabes Polri untuk memantau perkembangan kasus tersebut. 

Masa reses DPR, lanjut Adies, menyebabkan Komisi III hingga kini belum meminta penjelasan secara langsung dengan Kapolri. Namun, Adies memastikan pada 23 Agustus 2022 mendatang, pihaknya akan rapat kerja dengan Kapolri untuk membahas perkembangan penyidikan kasus tersebut.

Diakui dia, anggota Komisi III DPR mulai dari pimpinan sampai dengan anggota, selalu melakukan komunikasi dengan para pengambil kebijakan di Mabes Polri akan terus dipantau. Karena saat ini Komisi III masih dalam masa reses, sehingga tidak bisa melakukan rapat.

"Kami baru masuk nanti tanggal 16 Agustus dan baru bisa memulai rapat-rapat itu tanggal 18 Agustus, karena 16-17 itu upacara kenegaraan, jadi kita tanggal 18 baru mulai. Kita ada rencana untuk rapat kerja juga dengan Kapolri, tanggal 23 Agustus rencananya di agendakan demikian juga dengan Komnas HAM dan LPSK,” papar Adies juga.

Politikus Golkar ini menilai, selama proses penyidikan berlangsung, Kapolri telah melakukan gerakan yang cukup transparan dan akuntabel, sehingga penanganan dan penetapan tersangka dapat dilakukan secara cepat. 

Ia pun memberikan apresiasi atas langkah Kapolri dalam menangani kasus ini, sebab masyarakat dapat mengetahui kebenaran kasus ini secara cepat.

Adies juga mengatakan Komisi III DPR menantikan hasil kerja dari Tim Khusus (Timsus) Mabes Polri dan ingin mendengarkan secara langsung perkembangan dari kasus pembunuhan Brigadir J. 

"Kita melihat bagaimana beliau (Kapolri, Red) menonaktifkan, kemudian menetapkan tersangka dengan cepat dan kasusnya juga berjalan dengan cepat. Jadi Pak Kapolri, kami memberikan apresiasilah kepada Pak Kapolri," cetusnya juga. 

Dalam hal ini Polri membuat masyarakat bisa mengetahui (kasus ini) dengan terang-benderang termasuk juga hal-hal yang motif dan segala macam. "Kami juga ingin mendengarkan secara langsung perkembangannya dan seperti apa nanti akhir dari kasus yang menghebohkan itu,” tandasnya. (tim redaksi)

#penembakan
#pembunuhan
#brigpolnopryansahyosuahutabarat
#kapolri
#dprri
#komisiIII
#wakilketua
#adieskadir

Tidak ada komentar