Breaking News

Tersungkur Saat Ikut Balap Karung, Ibu Muda Tewas di Tasikmalaya

Tangkapan layar lomba balap karung 

WELFARE.id- Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia (RI) biasanya diramaikan dengan berbagai lomba. Seperti balap karung, panjat pinang, makan krupuk dll. Hal ini juga dilakukan di Kampung Gunung Bubut, Kelurahan Cipawitra, Kecamatan Mangkubumi, Kota Tasikmalaya, Rabu (17/8/2022). Namun dibalik kemeriahan tersebut, tak disangka berujung duka. 

Pasalnya, seorang ibu rumah tangga, Rini (29), mengembuskan napas terakhirnya ketika sedang mengikuti lomba balap karung bersama ibu-ibu lainnya. 

Awalnya, perempuan kelahiran Bogor itu tertawa-tawa sambil melompat dalam karung. Namun begitu berbalik dia terjatuh dengan kepala terlebih dahulu menyentuh aspal. Rini kemudian pingsan. 

Melihat Rini pingsan, para warga yang menyaksikan perlombaan pun segera berusaha memberikan bantuan dan membawa Rini ke klinik terdekat. 

Akan tetapi, Kapolsek Mangkubumi, Polres Tasikmalaya Kota, Iptu Hartono, mengatakan bahwa nyawa Rini tak terselamatkan. "Saat petugas klinik melakukan pemeriksaan, korban diketahui sudah meninggal dunia," katanya, dikutip Kamis (16/8/2022). 

Pihak kepolisian yang menyelidiki penyebab meninggalnya Rini mendapatkan informasi bahwa korban memiliki riwayat penyakit semasa hidupnya. Diduga korban mendapatkan serangan penyakit hipertensi dan baru 2 bulan lalu melahirkan seorang anak. 

Selain itu, Hartono menjelaskan, warga yang menyaksikan perlombaan pun memastikan bahwa korban terjatuh tanpa ada kesengajaan dari peserta lomba balap karung lainnya. "Petugas klinik yang memeriksa tubuh korban tak menemukan adanya luka mencurigakan," ujar Hartono. 

Pihak keluarga korban juga telah menerima kejadian tersebut sebagai musibah. Usai diperiksa, jenazah Rini pun langsung diserahkan kepada pihak keluarga untuk segera dimakamkan di pemakaman setempat. "Karena tak ditemukan hal-hal mencurigakan, suami korban menerima kejadian tersebut sebagai musibah," tukasnya. 

Salah seorang saksi, Aef Saefudin (43), mengaku sebelum kejadian itu terjadi memang korban semangat mengikuti perlombaan balap karung. Beberapa warga setempat sempat ada yang melarangnya karena baru dua bulan melahirkan seorang anak. 

"Warga setempat berupaya menolong korban setelah jatuh ke jalan aspal, karena di bagian kepala dan wajah paling dahulu membentur. Kami, warga melarikan menggunakan mobil ke klinik tapi nyawanya tidak tertolong setelah sampai di klinik," jelasnya. (tim redaksi) 

#hutri
#lombahutri
#balapkarung
#meninggalsaatbalapkarung
#tasikmalaya
#ibumuda

Tidak ada komentar