Breaking News

Temuan Gundukan Beras Banpres di Sukmajaya Depok, KSP Angkat Bicara

Beras bantuan presiden yang ditimbun di Kampung Serab, Sukmajaya, Depok. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Kasus beras bantuan presiden yang terkubur di Kampung Serab, Sukmajaya, Depok masih menghebohkan. Bahkan, Kantor Staf Presiden (KSP) pun langsung merapatkan temuan tersebut untuk mencari tahu lebih jauh.

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP) Abraham Wirotomo menjelaskan, pihaknya saat ini sedang merapatkan kasus penimbunan beras bansos COVID-19 dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. "Kami masih cari informasi, baru tadi pagi kami rapatkan ini," ujar Abraham, Selasa (2/8/2022).

Abraham belum berani mengambil kesimpulan apapun sampai rapat mengenai penimbunan ini selesai dilakukan. Ia mengatakan pihaknya masih mencari informasi lebih lanjut soal penimbunan tersebut.

Ditemui terpisah, Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini juga ikut merespons temuan beras banpres yang dikubur di lahan kosong di Kampung Serab, Kota Depok. Risma menegaskan, program beras bantuan sosial (bansos) itu terjadi bukan di era kepemimpinannya.

"Yang jelas itu bukan zaman saya, karena waktu saya jadi menteri, kan Pak Presiden sudah sampaikan, 'Bu Risma jangan bantuan berupa barang, Bu Risma bantu dalam bentuk uang'," kata Risma usai acara puncak peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2022 di Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, Senin (1/8/2022). Karena itu, lanjut Risma, sejak memimpin Kemensos pada Desember 2020, dirinya menyalurkan bansos berupa uang tunai. 

Dia pun menegaskan, bahwa penyaluran bantuan dalam bentuk uang ini memang diperbolehkan. "Di Peraturan Presiden tentang bantuan, itu memang boleh bantuan dalam bentuk uang dan barang," kata politisi PDIP itu.

Sedangkan Head of Media Relation Departement JNE, Kurnia Nugraha, juga sebelumnya sudah mengatakan penimbunan karung-karung bansos itu tidak menyalahi aturan, karena telah sesuai dengan prosedur penanganan barang rusak, sesuai perjanjian kedua belah pihak. 

"Tidak ada pelanggaran yang dilakukan, karena sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak, sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah disepakati dari kedua belah pihak," kata Kurnia melalui keterangan pers.

Ia menambahkan, pihaknya siap menjalani setiap proses yang berlaku, apabila temuan beras bansos yang ditimbun itu menimbulkan permasalahan.

Sebelumnya, warga Depok, Jawa Barat, dibuat heboh dengan temuan beras bansos Presiden Joko Widodo yang ditimbun di tanah di kawasan Kampung Serab, Sukmajaya. Beras bantuan sosial itu mestinya diberikan kepada warga terdampak pandemi virus corona (COVID-19). Terkuaknya "kuburan" beras itu usai ahli waris pemilik lahan melakukan penggalian dengan alat berat. (tim redaksi)

#berasbanpres
#temuantimbunanberasbanpresdidepok
#pandemicovid19
#berasbantuanpresiden
#bansoscovid19

Tidak ada komentar