Breaking News

Tak Segan Ungkap Tersangka Baru di Kasus Megakorupsi Surya Darmadi, Jaksa Agung: Ada Bukti Baru Saya "Sikat"!

Jaksa Agung ST Burhanuddin. Foto: Istimewa/ Antara

WELFARE.id-Jaksa Agung ST Burhanuddin menegaskan, bahwa institusinya serius dalam mengusut kasus dugaan korupsi penguasaan lahan sawit seluas 37.095 hektare dengan tersangka pendiri PT Duta Palma Group Surya Darmadi (SD). Pihaknya juga tidak asal-asalan dalam menghitung dan menentukan kerugian negara dalam kasus tersebut.

Sebab, sebelumnya, tersangka SD melalui pengacaranya Juniver Girsang kepada media sempat menanyakan angka Rp78 triliun yang disangkakan dalam kasusnya. Jaksa Agung pun memastikan, melibatkan auditor negara dalam menghitung kerugian keuangan dan ekonomi negara.

"Dalam menghitung kerugian negara, Kejaksaan tidak asal-asalan karena sumbernya auditor negara yaitu Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) dan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)," kata Burhanuddin kepada wartawan, dikutip Rabu (24/8/2022). 

Menurutnya, angka kerugian negara sekitar Rp78 triliun tersebut dengan rincian, nilai produksi buah sawit senilai Rp9 triliun, kerugian kawasan hutan secara melawan hukum dan tidak membayar Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Rp421 miliar, dan kerugian kerusakan lingkungan karena hutan berubah menjadi kawasan kepala sawit Rp69,1 triliun.

Dia mengatakan, jumlah dugaan kerugian keuangan dan ekonomi negara dalam kasus tersebut berdasarkan perhitungan BPKP dan ahli-ahli lainnya. Bahkan, bisa jadi, hasil pengusutan nanti bisa lebih besar lagi.

Ia menambahkan, institusinya akan bertindak tegas dalam kasus dugaan megakorupsi penguasaan lahan sawit seluas 37.095 hektare tersebut. "Penerbitan izin itu melawan hukum karena tidak membentuk tim terpadu," ujarnya.

Modus operandi yang dilakukan adalah penyerobotan hutan lindung seluas 37.095 hektare di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. Bersama dengan Raja Thamsir Rachman selaku Bupati Indragiri Hulu periode 1999-2008.

Ia juga memastikan, jika dalam perkembangannya ditemukan bukti-bukti lain yang cukup, maka Kejaksaan tidak akan segan-segan menetapkan tersangka baru dalam kasus tersebut. "Kalau ada bukti-bukti lainnya, saya 'sikat'," tegasnya, usai Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III DPR RI.

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana mengatakan, pemeriksaan terhadap SD sudah kembali dimulai Selasa (23/8/2022) pagi. Tersangka diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi terhadap kasus hukum dengan tersangka mantan Bupati Indragiri Hulu Raja Thamsit Rachman (RTR).

Pemeriksaan terhadap Darmadi kembali akan dilakukan pada hari ini. "Besok (hari ini, Red) sudah dilakukan pemeriksaan terhadap bersangkutan dalam kapasitas tersangka," kata Ketut.

Ia juga menjelaskan, SD selaku pemilik Duta Palma Group dilakukan penahanan oleh Kejaksaan Agung di Rutan Salemba Kejaksaan Agung. Namun sejak tanggal 18 Agustus 2022 dilakukan pembantaran tersangka di Rumah Sakit Adhyaksa karena sakit. (tim redaksi)

#kasusdugaanpenyerobotanlahansawit
#ptdutapalmagroup
#tersangkasuryadarmadi
#dugaanmegakorupsi
#kasusdugaankorupsi
#kejagung
#jaksaagung
#stburhanuddin

Tidak ada komentar