Breaking News

Suami Ditahan di Mako Brimob, Istri Brigjen Hendra Kurniawan Minta Keadilan

Brigjen Hendra Kurniawan dan istrinya, Seali Syah. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Usai Irjen Ferdy Sambo ditetapkan tersangka atas pembunuhan Brigadir J yang menyeret puluhan polisi dalam pusaran kasus tersebut. Salah satunya adalah Brigjen Hendra Kurniawan, Kepala Biro Pengamanan Internal Divisi Propam Polri.

Dia dicopot dari jabatannya dan sekarang menjadi perwira tinggi (pati) Pelayanan Markas (Yanma) Polri karena dianggap telah melakukan pelanggaran etik. Tapi, sang istri Seali Syah melakukan perlawanan dan mencari keadilan untuk suaminya. 

Dalam media sosial (medsos) pribadinya, dia mengungkapkan bahwa dirinya bersedia berbicara mengungkapkan skenario apa yang dibuat Ferdy Sambo hingga melibatkan suaminya.

Dalam akun sosial media Instagramnya, @sealisyah, ia membuat sebuah story mengenai rasa kecewa atas apa yang terjadi pada suaminya. 

Seali Syah juga mencurahkan dalam Instagram Storynya sambil me-repost postingan dari akun Instagram @lambe_turah yang membahas mengenai 31 nama polisi diduga melakukan tindak pidana dan melanggar kode etik dalam kasus pembunuhan Brigadir J.

”Ketika ada urusan ‘rumah tangga’ kemudian ada korban jiwa dibuatlah sebuah skenario peran yang hanya orang-orang dalam rumah itu yang tahu. Ketika penyidik datang, para aktor di dalam rumah tersebut menjalankan skenario dengan sangat lancar. 

Bukan hanya institusi, tapi seluruh rakyat Indonesia kena prank. Timbulah nama-nama yang akhirnya diduga melakukan pelanggaran kode etik, padahal korban skenario FS,” tulis Seali Syah. 

Tidak hanya sampai di situ, kekecewaan yang dirasakan oleh Seali Syah juga ia ungkapkan karena sang suami ditahan. Dia menceritakan bagaimana sang suami sudah berkarier lama turut membangun muruah satuan Propam Polri.

"Kami terdampak Pak, dari hari Senin suami saya ditahan di Mako (Brimob), belasan tahun suami saya berkarier di propam, dengan deretan prestasi turut membangun marwah satuan Propam, hancur seketika," ungkap Seali Syah dalam Instagram Story yang ia unggah.

Seali Syah mengatakan, dirinya tidak ingin sang anak nanti membaca mengenai apa yang terjadi pada ayahnya. Maka dari itu ia mengungkapkan segala bentuk usaha untuk dapat memulihkan nama baik sang suami.

Usai menuliskan pernyataan itu di InstaStory-nya, Seali mengunggah video pengacara atau kuasa hukum Ferdy Sambo, Arman Hanis menyampaikan pernyataan kliennya. 

Berikut pernyataan lengkap Ferdy Sambo:
"Izinkan saya sebagai manusia yang tidak lepas dari kekhilafan secara tulus meminta maaf dan memohon maaf sebesar-besarnya khususnya kepada rekan sejawat Polri beserta keluarga serta masyarakat luas yang terdampak akibat perbuatan saya yang memberikan infomasi yang tidak benar serta memicu polemik dalam pusaran kasus Duren Tiga yang menimpa saya dan keluarga,” tulis Sambo. 

”Saya akan patuh pada setiap proses hukum saat ini yang sedang berjalan dan nantinya di pengadilan akan saya pertanggungjawabkan. Saya adalah kepala keluarga dan murni niat saya untuk menjaga dan melindungi marwah dan kehormatan keluarga yang sangat saya cintai,” kata Sambo juga.

”Kepada institusi yang saya banggakan, Polri, dan khususnya kepada bapak Kapolri yang sangat saya hormati, saya memohon maaf dan secara khusus kepada sejawat Polri yang memperoleh dampak langsung dari kasus ini saya memohon maaf, sekali lagi saya memohon maaf akibat timbulnya beragam penafsiran serta penyampaian informasi yang tidak jujur dan mencederai kepercayaan publik kepada institusi Polri. Izinkan saya bertanggung jawab atas segala perbuatan yang telah saya perbuat sesuai hukum yang berlaku," tulis Sambo lagi. 

Terkait video tersebut, Seali pun mengapresiasinya meskipun terlambat. "Mantabbb Terima Kasih, Bang. ini yang kami tunggu. Better LATE than NEVER," tulis Seali lagi. (tim redaksi)

#pembunuhanpolisi
#penembakan
#brigadirj
#mabespolri
#brigjenhendrakurniawan
#kabiropaminal
#divisipropampolri

Tidak ada komentar