Breaking News

Soal Motif Pembunuhan Brigadir J, Mahfud MD Sebut Sensitif

Menkopolhukam Mahfud MD. Foto: net

WELFARE.id-Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD menyerahkan konstruksi hukum dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, ajudan eks Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Ferdy Sambo, kepada polisi dan kejaksaan. 

Di dalamnya, konstruksi hukum itu juga menyangkut soal motif pembunuhan Brigadir J, yang sejauh ini belum diumumkan Polri. "Yang penting sekarang telurnya sudah pecah dulu, itu yang kita apresiasi dari Polri. Soal motif, itu biar dikonstruksi hukumnya," ujarnya dikutip Rabu (10/8/2022). 

Mahfud menduga, motif mantan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo membunuh Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J relatif sensitif. Karena itu, kata Mahfud, kemungkinan besar motif tersebut hanya bisa didengar oleh orang dewasa. "Soal motif kita tunggu hasilnya biar nanti konstruksi hukumnya, mungkin hanya boleh didengar oleh orang-orang dewasa," tandasnya. 

Polri sudah mengusut kasus ini dengan transparan sampai dengan penetapan tersangka terduga pelaku utamanya, yakni Irjen Ferdy Sambo. "Pemerintah mengapresiasi Kepolisian Republik Indonesia, Polri khususnya Kapolri Bapak Listyo Sigit Prabowo yang telah serius mengusut dan membuka kasus ini secara terang," katanya. 

Sementara itu, Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto menyampaikan, atas ulahnya baik Irjen Sambo maupun tiga tersangka lainnya berinisial RE (Richard Eliezer) RR (Ricky Rizal), dan KM dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. "Dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun," ujar Agus. 

Sebelumnya diketahui, Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri telah menetapkan dua orang tersangka dalam kasus pembunuhan Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di Duren Tiga, Jakarta Selatan. Hari ini pula, akan diumumkan tersangka ketiga. 

Tersangka pertama ditetapkan pada hari Rabu (3/8/2022) adalah Bhayangkara Dua Polri Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E, disangkakan dengan Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. 

Tersangka kedua, ditahan pada hari Minggu (7/8/2022), Brigadir Ricky Rizal atau Brigadir RR, disangkakan dengan Pasal 340 KUHP tentang Pembunuhan Berencana juncto Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. 

Sedangkan sopir istri Ferdy Sambo, Kuwat Maruf alias KM dan Ferdy Sambo sendiri ditetapkan sebagai tersangka Selasa (9/8/2022). 

Berikut pemaparan peran keempat tersangka kasus Brigadir J berdasarkan keterangan yang telah dijelaskan oleh Komjen Agus, antara lain: 

1. Peran Bharada RE (Richard Eliezer) adalah telah melakukan penembakan terhadap korban yakni Brigadir J.
2. Peran Bripka RR (Ricky Rizal) adalah turut membantu dan menyaksikan insiden penembakan korban.
3. Tersangka KM (Kuat Ma'ruf) adalah juga turut dalam membantu dan menyaksikan penembakan terhadap korban.
4. Peran Irjen Ferdy Sambo adalah telah menyuruh melakukan dan menskenario kejadian-kejadian dalam kasus tersebut seolah-olah terjadi peristiwa tembak-menembak. (tim redaksi) 

#polisitembakpolisi
#ferdysambo
#brigadirj
#bharadae
#kapolri
#menkopolhukam
#mahfudmd
#bareskrim

Tidak ada komentar