Breaking News

Selamat Hari Kucing Sedunia, Ini Dia Manfaat Memelihara Anabul

Ilustrasi (instagram @ssinz7) 

WELFARE.id-Setiap tanggal 8 Agustus diperingati sebagai Hari Kucing Sedunia. Kucing, menjadi salah satu hewan yang banyak dipilih sebagai hewan peliharaan. Tingkahnya yang lucu dan sifatnya yang setia kepada majikan membuat kucing disenangi banyak orang. 

Dilansir dari National Today, kucing telah dijadikan sebagai hewan peliharaan sejak zaman kuno, meskipun mereka berasal dari kucing Liar Afrika dan mereka biasa menangkap hama. 

Catatan sejarah manusia pertama tentang kucing dapat ditemukan dalam budaya Peradaban Mesir Kuno. Kita semua tampaknya menghubungkan kucing dengan orang Mesir, karena pemujaan dan pertimbangan mereka terhadap kucing sebagai dewa.  

Mafdet adalah dewa kucing pertama yang dikenal dan dianggap sebagai pelindung terhadap ular, kalajengking, dan kejahatan selama Dinasti Pertama, jadi bagi mereka, kucing bukan hanya dewa, tetapi juga pelindung. 

Belakangan, setelah Dinasti Mesir runtuh, kucing menjadi populer di mana-mana. Orang Yunani dan Romawi menggunakannya sebagai pengendalian hama, dan di Timur, kucing pada awalnya dimiliki oleh orang kaya dan kaya.  

Tapi selama Abad Pertengahan, di Eropa, kucing dikaitkan dengan takhayul dan dicurigai membawa penyakit selama Black Death 1348, itulah alasan mengapa terlalu banyak kucing terbunuh di era itu, dan baru pada tahun 1600-an reputasi kucing mulai pulih. 

Di Amerika, kucing adalah bagian dari kargo di kapal kolonisasi untuk meminimalkan hama dan penyakit, sehingga kucing-kucing itu pergi ke darat dan berkembang biak. Saat ini, kucing tampaknya menjadi salah satu ikon pop di masyarakat modern, ada sekitar setengah miliar di antara kita.  

Hari Kucing Sedunia atau International Cat Day sendiri pertama kali dirayakan pada tahun 2002 silam, oleh International Fund for Animal Welfare (IFAW) yang merupakan salah satu organisasi kesejahteraan hewan terbesar di dunia yang berbasis di Kanada.  

Selain photogenic, dari segi kesehatan memelihara anabul ternyata bisa membantu mengurangi stres lho. Risiko stroke atau serangan jantung pun bisa berkurang. 

Dilansir Elite Daily, sebuah studi tahun 2009 yang diterbitkan Journal of Vascular and Interventional Neurology pemilik kucing memiliki 30 persen lebih rendah meninggal karena sakit jantung atau stroke ketimbang yang tidak punya kucing. 

Bahkan, risiko berkurang meski orang itu merokok, punya diabetes, masalah jantung, atau level kolesterol. 

Profesor Adnan Qureshi yang memimpin studi tersebut menyampaikan, kepemilikan kucing meredakan stres, dan kecemasan, dan sehingga mengurangi risiko penyakit jantung. Ia pun menyebut "mengelus peliharaan bisa mengurangi level hormon terkait stres di darah." 

Ahli terapi Chelsea Hudson di Cityscape Counseling mengatakan, sekadar ngobrol dengan kucing pun bisa mengurangi stres. Sebab, kehadiran kucing yang loyal bisa mengurangi rasa kesepian. "Dengan berinteraksi saja dengan kucingmu bisa memberikan perasaan koneksi yang kuat," tukasnya. 

Hudson berkata hal itu bisa mengurangi stres, sebab koneksi yang intim bisa membuat seseorang merasa tidak sendirian dan bisa lebih baik menangani stres. 

Lebih lanjut, mengurus kucing memberikan "sense of purpose" bagi seseorang. Alhasil, itu bisa menjadi distraksi dari masalah yang ada. "Menemukan tujuan dan distraksi adalah teknik-teknik mengurangi stres yang umum," jelas Hudson. (tim redaksi) 

#kucing
#anabul
#harikucingsedunia
#internationalcatday
#manfaatmemeliharakucing

Tidak ada komentar