Breaking News

Sedang di Revitalisasi, Atap Halte Transjakarta di Balai Kota Ambruk

Halte Transjakarta yang ambruk (Foto: net)

WELFARE.id-Halte TransJakarta yang berada di depan Balai Kota ambruk. Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/7/2022) lalu. Polisi juga telah mengecek ke TKP. "Ya karena lagi direnovasi. Sementara lagi direnovasi ada yang dipasang, mungkin ada yang belum, kurang kuat dan sebagainya," ujar Kapolsek Gambir, Kompol Rango Siregar, dikutip Kamis (4/8/2022). 

Rango memastikan tidak ada korban jiwa dari insiden tersebut. Sebab saat ambruk masih dalam proses pengerjaan. "Nggak ada korban ya. Itu kan masih dalam proses renovasi," kata Rango. 

Dia menambahkan bangunan yang rusak hanya pada bagian atap. Namun, bangunan halte tetap berdiri kokoh. "Bukan roboh semuanya. Hanya plafon yang jatuh. Bukan roboh rata sama tanah. Lagi pemasangan plafon mungkin ada yang belum kuat jadi plafonnya jatuh. Bukan roboh ya," tegasnya. 

Lebih lanjut Rango mengatakan pihaknya tidak menemukan adanya unsur kelalaian dari peristiwa tersebut. Pihaknya pun tidak melakukan penyelidikan lebih lanjut perihal ambruknya atap halte TransJakarta di lokasi. "Nggak ada (kelalaian). Kita hanya memastikan tidak ada korban jiwa, kita hanya cek penyebabnya gimana," ucap Rango. 

Sementara itu, Direktur Operasional PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Mohamad Indrayana menjelaskan kronologi kejadian plafon yang ambruk di halte depan Balai Kota DKI Jakarta. Menurutnya, penyebab ambruknya plafon halte tersebut adalah karena kelalaian petugas yang tengah membangun halte tersebut. "Ada pekerja yang lalai dan tidak sengaja menginjak rangka plafon yang penggantungnya belum cukup kuat,” paparnya. 

Indrayana menjelaskan, plafon yang digunakan di halte tersebut digantungkan ke struktur baja di atap. Ia menyampaikan bahwa semua struktur baja sudah terpasang, namun ada beberapa atap yang memang tertembus pohon besar di sekitar halte tersebut. “Ada beberapa pohon besar yang setelah koordinasi tidak bisa ditebang,” katanya. 

Namun begitu, Indrayana menegaskan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Bahkan, korban luka-luka pun menurutnya tidak ada. “Sudah sesuai SOP semua yang ada di sekitar situ langsung menyingkir dari tempat kejadian. Lalu nanti ada pengerjaan ulang,” tandasnya. 

PT. Wijaya Karya Tbk buka suara soal ambruknya atap halte Transjakarta yang tengah direvitalisasi. Sekretaris Perusahaan PT. Wijaya Karya Tbk Mahendra Vijaya menyampaikan, hasil investigasi menunjukkan, kerusakan terjadi karena kesalahan metode kerja yang dilakukan pekerja ketika mengerjakan struktur plafon halte bus yang menyebabkan getaran, goyangan dan beban di rangka plafon. "Meskipun demikian, kerusakan tersebut terjadi pada saat pekerjaan sedang tidak berlangsung dan tidak terdapat korban akibat kejadian tersebut," katanya. 

Saat ini, PT. Wijaya Karya selaku kontraktor revitalisasi sedang memperbaiki kerusakan atap halte. "Pihak kontraktor telah menambah perkuatan atas struktur tersebut," ujar dia.  

Menurut Mahendra, seluruh pekerja juga telah diberi pengarahan agar menggunakan metode kerja yang tepat dan menggunakan alat pelindung diri (APD) sesuai persyaratan. "Tujuannya untuk mencegah terulangnya kejadian yang sama di kemudian hari sekaligus upaya menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal yang telah ditentukan," pungkasnya. (tim redaksi) 

#haltetransjakarta
#haltetransjakartaambruk
#haltetranjakartabalaikota
#revitalisasihaltetransjakarta
#transjakarta

Tidak ada komentar