Breaking News

Sebulan Terakhir, Kasus Kematian Global Karena COVID-19 Meningkat 35 Persen

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-Kasus kematian global akibat COVID-19 meningkat sebesar 35 persen selama satu bulan belakangan. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus memperingatkan risiko penularan yang lebih intens dan rawat inap hanya akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang. 

"Selama empat minggu terakhir, kematian yang dilaporkan secara global telah meningkat sebesar 35 persen. Hanya dalam seminggu terakhir, 15 ribu orang di seluruh dunia kehilangan nyawa mereka karena COVID-19. Sejumlah 15 ribu kematian seminggu benar-benar tidak dapat diterima ketika kita memiliki semua alat untuk mencegahnya. infeksi dan menyelamatkan nyawa," ujarnya, dikutip Jumat (19/8/2022). 

Dengan cuaca yang lebih dingin di belahan bumi utara dan orang-orang menghabiskan lebih banyak waktu di dalam ruangan, kata Tedros, risiko penularan yang lebih intens dan rawat inap hanya akan meningkat dalam beberapa bulan mendatang. Peringatan itu tidak hanya menyangkut infeksi virus corona tetapi juga penyakit lain, termasuk flu. "Kita semua lelah dengan virus ini dan lelah dengan pandemi, tetapi virus tidak bosan dengan kita," katanya. 

Tedros mencatat bahwa lebih dari 90 persen dari varian yang terdeteksi selama pengujian milik subvarian BA.5 dari varian Omicron. Dia menunjukkan bahwa negara-negara mulai jarang berbagi informasi tentang hasil pengurutan. 

Dibandingkan dengan awal tahun ini, jumlah mingguan pertukaran tersebut telah menurun sebesar 90 persen, sementara jumlah negara yang menyediakan data telah turun sebesar 75 persen. Hingga 16 Agustus, WHO telah menerima laporan tentang 588.757.628 infeksi virus corona dan 6.433.794 kematian sejak awal pandemi. 

Pada Rabu (17/8/2022), pusat krisis anti-coronavirus Rusia melaporkan penghitungan kasus COVID-19 Rusia naik 33.106 selama sehari terakhir menjadi 18.964.246, pada hari Rabu. Secara absolut, tingkat pertumbuhan telah menjadi yang tertinggi sejak 20 Maret. 

Sebanyak 3.167 orang dirawat di rumah sakit karena COVID-19 di Rusia selama sehari terakhir, turun 7,2 persen dari sehari sebelumnya. Jumlah pasien rawat inap meningkat di 39 wilayah, sedangkan di 42 wilayah menurun. Situasi tetap tidak berubah di empat wilayah. Sehari sebelumnya, 3.411 orang dilarikan ke rumah sakit. 

Kasus COVID-19 Moskwa melonjak 10.241 selama sehari terakhir dibandingkan 5.530 kasus sehari sebelumnya, mencapai 2.928.275, menurut pusat krisis anti-coronavirus. Kasus COVID-19 St. Petersburg meningkat 3.881 selama sehari terakhir dibandingkan 3.776 sehari sebelumnya, mencapai 1.600.492. 

Di Indonesia sendiri, mencatat sebanyak 4.039 kasus baru COVID-19, Kamis (18/8/2022). Total kasus aktif kini sebanyak 51.900 kasus. 

DKI Jakarta kini menyumbang jumlah kasus terbanyak dengan total 2.060. Disusul oleh Jawa Barat dengan total 676 kasus, kemudian Banten dengan total 472 kasus. 

Detail perkembangan virus Corona, Kamis (18/8/2022): 

• Pasien positif bertambah 4.039 menjadi 6.301.523 

• Pasien sembuh bertambah 5.250 menjadi 6.092.306 

• Pasien meninggal bertambah 21 menjadi 157.317 

Tercatat sebanyak 81.697 spesimen diperiksa hari ini di seluruh Indonesia, sedangkan jumlah suspek sebanyak 4.680 

Berikut sebaran Corona di Indonesia, Kamis (18/8): 

• DKI Jakarta: 2.060 

• Jawa Barat: 676 

• Banten: 472 

• Jawa Timur: 259 

• Jawa Tengah: 145 

• Bali: 97 

• Sumatera Utara: 46 

• Sulawesi Utara: 46 

• Kalimantan Tengah: 27 

• DI Yogyakarta: 26 

• Riau: 24 

• Papua: 24 

• Kalimantan Selatan: 22 

• Sumatera Selatan: 21 

• Kalimantan Timur: 19 

• Lampung: 13 

• Sulawesi Selatan: 13 

• Sulawesi Tengah: 8 

• Kalimantan Barat: 7 

• Bangka Belitung: 6 

• Papua Barat: 6 

• Kepulauan Riau: 5 

• Aceh: 4 

• Sumatera Barat: 4 

• Maluku: 3 

• NTB: 2 

• NTT: 2 

• Jambi: 1 

• Gorontalo: 1 

• Bengkulu: 0 

• Kalimantan Utara: 0 

• Sulawesi Tenggara: 0 

• Sulawesi Barat: 0 

• Maluku Utara: 0. (tim redaksi) 

#covid19
#pandemi
#pandemicovid19
#covid19global
#covid19meningkat
#covid19diindonesia

Tidak ada komentar