Breaking News

Rawan Kecelakaan, Dindik Kabupaten Tangerang Larang Siswa SMP Bawa Kendaraan ke Sekolah

Polisi menegur siswa SMP yang naik motor ke sekolah. Foto: istimewa

WELFARE.id-Lantaran rawan kecelakaan, Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Tangerang melarang  siswa dan siswi SMP baik negeri dan swasta di daerah itu membawa kendaraan bermotor ke lingkungan sekolah.

Sekretaris Dinas (Sekdis) Pendidikan Kabupaten Tangerang, Fahrudin mengatakan bahwa bentuk dari ketegasan larangan itu pihaknya akan mengeluarkan Surat Edaran (SE) ke seluruh sekolah yang ada di Kabupaten Tangerang.

"Ya, tentu dengan SE yang akan kita sebarkan ini bentuk dari ketegasan kita. Walaupun sifatnya imbauan kita juga akan terus melakukan evaluasi (larangan bawa kendaraan ke sekolah)," katanya, Senin (1/8/2022).

Dia juga menuturkan, Dindik Kabupaten Tangerang kini telah memerintahkan seluruh jajaran komite dan kepala sekolah (kepsek) agar tidak memberikan kesempatan bagi para pelajarnya untuk membawa kendaraan pribadi ke sekolah, baik itu roda dua maupun roda empat. 

Selain itu, pihaknya juga menyarankan masing-masing sekolah untuk tidak menyediakan fasilitas lahan parkir kendaraan bagi para pelajar. Agar mereka tidak membawa kendaraan saat ke sekolah.

”Yang jelas kalau sudah ada larangan siswa membawa kendaraan ke sekolah, itu tidak ada fasilitas lahan parkir yang disediakan di halaman sekolah," ujarnya juga.

Fahrudin juga menyebutkan, sekolah berkewajiban untuk memberikan pendidikan bagi siswanya yang tidak memiliki kelengkapan surat menyurat boleh berkendara, karena hal itu dinilai penting agar tercipta keselamatan dalam berlalu lintas.

”Jadi kalau untuk anak SMP itu belum memperoleh surat izin mengemudi atau SIM, karena umurnya hanya sampai 15 tahun. Jadi rata-rata mereka belum memiliki SIM," ucapnya juga.

Fahrudin juga mengatakan jika nantinya pihak sekolah maupun dewan guru masih memperbolehkan muridnya membawa kendaraan ke lingkungan sekolah, maka pihaknya akan memberikan teguran secara tegas. Hal itu karena, lanjutnya, sekolah sama saja sudah membiarkan muridnya membuat salah dengan melanggar ketentuan berlalu lintas.

"Kuncinya kalau sekolah masih ada menyediakan parkir bagi anak-anak, berarti itu sekolah masih mengizinkan dan nanti itu akan menjadi bahan evaluasi kita," cetusnya juga.

Fahrudin juga menambahkan, ke depan Dindik Kabupaten Tangerang akan meminta kepada kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) setempat untuk berkolaborasi dalam mensosialisasikan tertib berlalu lintas.

"Kami juga bukan hanya melarang, tetapi juga kita harus memberikan solusi, dan mudah-mudahan para orang tua juga bisa memahami hal ini agar kita bisa bahu-membahu dalam menyelamatkan anak bangsa," tandasnya. (tim redaksi)


#kabupatentangerang
#pendidikan
#pelajar
#laranganbawakendaraan
#dindikbud
#sekdisdindikbud
#fahrudin

Tidak ada komentar