Breaking News

PPATK : Rp1,7 T Mengalir ke ACT, Separuhnya Digunakan Untuk Kepentingan Pribadi

Ilustrasi (net) 

WELFARE.id-Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) menyebutkan, dana senilai Rp 1,7 triliun mengalir ke yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT), dan lebih dari setengah dari nilai tersebut mengalir ke entitas pribadi. Dana tersebut kemudian digunakan untuk kepentingan pribadi seperti pembayaran kesehatan, pembelian vila, pembelian rumah, pembelian aset, dll. 

Ketua PPATK Ivan Yustiavanda mengatakan, dana donasi yang seharusnya disalurkan ke warga itu justru disalahgunakan oleh ACT. Dana yang diterima disebutnya malah digunakan untuk kepentingan pribadi. Ia menegaskan pihaknya sudah membekukan 843 rekening, yang angkanya sudah mencapai Rp11 miliar. 

"Jadi PPATK melihat ada Rp1,7 triliun uang yang mengalir ke ACT, dan kita melihat lebih dari 50 persennya itu mengalir ke entitas-entitas yang terafiliasi kepada pihak-pihak pribadi gitu ya, dan itu kan angkanya masih Rp1 triliunan," kata Ivan, dikutip Jumat (5/8/2022). 

Sisa sekitar Rp1 triliun tersebut, menurut dia, dialirkan ke kegiatan-kegiatan usaha lain ACT. Usaha tersebut menerima dan kemudian kembali lagi ke pengurus. "Kelompok-kelompok kegiatan usaha di bawah entitas A ini dimiliki oleh dan terafiliasi dengan para pemilik di A nya tadi," tukasnya. 

Lebih lanjut dikatakannya pihaknya masih menduga ada 176 lembaga filantropi lainnya yang memiliki kegiatan serupa ACT. Modusnya, penggunaan dana yang dihimpun publik tidak sesuai dengan peruntukan semestinya dan ada yang lari ke pengurus maupun entitas hukum yang dibentuk para pengurus. (tim redaksi) 

#aksicepattanggap
#act
#penyelewengandanaact
#ppatk
#penyelewengandonasi
#danaumat
#filantropi

Tidak ada komentar