Breaking News

Polisi Tangkap Penimbun BBM Bersubsidi di Samarinda dan Bengkulu

Polres Samarinda sita 5,4 ton BBM bersubsidi yang ditimbub (net) 

WELFARE.id-Polresta Samarinda, Kalimantan Timur berhasil membekuk dan membongkar komplotan penimbunan BBM subsidi jenis solar. Dari kasus tersebut, polisi menetapkan tiga orang sebagai tersangka, dan menyita barang bukti sedikitnya 5,4 ton solar bersubsidi. 

Tiga orang yang kini resmi ditetapkan sebagai tersangka, masing-masing berinisial RC sebagai pemilik gudang, serta AD dan AB yang masing-masing berperan sebagai sopir truk yang kerap ikut antrean solar di sejumlah SPBU di Kota Samarinda. 

"Penangkapan komplotan ini merupakan kerja sama antara Mabes Polri dan Polresta Samarinda, sehingga berhasil membongkar gudang penimbunan yang diduga adalah solar bersubsidi," ujar Kombes Pol Ary Fadly, dikutip Kamis (25/8/2022). 

Ia menjelaskan, saat polisi menggerebek gudang penimbunan BBM solar bersubsidi di kawasan Jalan Jakarta, Kota Samarinda Jumat lalu (19/8/2022), pihaknya menemukan barang bukti berupa BBM bersubsidi sebanyak 5,4 ton, sejumlah kendaraan truk pasir dan truk tangki, serta melakukan penangkapan terhadap 3 orang tersangka. 

Dari hasil pemeriksaan sementara, diketahui praktik penimbunan solar bersubsidi ini diduga telah berlangsung selama 1 tahun terakhir, dengan modus membeli BBM bersubsidi di sejumlah SPBU di Kota Samarinda, untuk kemudian ditimbun dan dijual kembali ke masyarakat dengan harga yang lebih tinggi. 

"Jadi modusnya komplotan ini mereka menggunakan truk pasir untuk ikut dalam antrean pembelian BBM jenis solar bersubsidi di setiap SPBU di Kota Samarinda, untuk kemudian ditampung (ditimbun) di dalam truk tangki dengan kapasitas mencapai 5.000 liter yang ada di gudang atau TKP. Selanjutnya, jika sudah terkumpul maka BBM jenis solar bersubsidi tadi dijual kembali ke masyarakat dengan harga yang lebih tinggi," terangnya. 

Atas perbuatannya, tiga orang tersangka ini, dijerat dengan undang-undang tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. "Untuk ke-3 tersangka ini kami jerat menggunakan undang-undang tentang minyak dan gas bumi dengan ancaman hukuman pidana mencapai 5 tahun," tukasnya. 

Terpisah, kepolisian Daerah Bengkulu menyita sebanyak 1.000 liter BBM jenis Solar subsidi yang diangkut menggunakan kendaraan roda empat di wilayah Pulau Baai, Kota Bengkulu. 

Pemakaian solar subsidi sendiri telah diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 191 Tahun 2014. Regulasi tersebut menekankan, pengguna yang berhak atas solar subsidi untuk sektor transportasi adalah kendaraan berplat hitam untuk mengangkut orang atau barang, kendaraan untuk layanan umum (ambulance, pemadam kebakaran, pengangkut sampah) dan kendaraan berplat kuning. 

Kendaraan yang masuk kategori berhak atas solar subsidi perlu memperlihatkan surat verifikasi dan rekomendasi dari SKPD terkait. 

Area Manager Communication Relation & CSR Sumbagsel Tjahyo Nikho Indrawan mengatakan, Pertamina berkomitmen untuk menyalurkan Solar bersubsidi secara tepat sasaran. "Kami mengapresiasi serta mendukung penuh pihak kepolisian, khususnya Polda Bengkulu yang telah melakukan penindakan terhadap penyalahgunaan BBM bersubsidi," tandasnya. 

Pertamina mencatat, untuk wilayah Bengkulu, konsumsi BBM jenis Bio Solar Subsidi sudah menyentuh angka lebih dari 7 persen di atas proyeksi kuota BBM Bio Solar Subsidi untuk pertengahan Agustus 2022. 

Dengan rata-rata Konsumsi Harian Mencapai 311 KL per hari. Sedangkan untuk produk Pertalite sudah mencapai sekitar 32 persen dari di atas proyeksi kuota BBM Pertalite untuk pertengahan Agustus 2022. Dengan rata-rata Konsumsi Harian Mencapai 704 KL per hari. 

BPH Migas juga telah mengatur mengenai maksimum pembelian BBM Solar subsidi per kendaraan per hari. Adapun untuk transportasi darat, kendaraan pribadi plat hitam 60 liter per hari, angkutan umum orang atau barang roda 4 sebanyak 80 liter per hari sedangkan angkutan umum roda 6 atau lebih sebanyak 200 liter per hari. 

"Kami berharap masyarakat bisa membeli BBM secara bijak, belilah BBM sesuai kebutuhan dan tidak perlu khawatir, distribusi BBM terus kita lakukan setiap harinya," imbuhnya. 

Untuk masyarakat yang lebih mampu, Pertamina menyediakan berbagai jenis BBM berkualitas sesuai spesifikasi kendaraan seperti Pertamax, Pertamax Turbo serta Pertamina Dex dan Dexlite. 

Agar BBM Subsidi dapat diterima oleh masyarakat yang berhak dan tidak dimanfaatkan oleh para penimbun BBM serta oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Nikho berharap, dengan adanya penangkapan tersebut bisa membuat solar subsidi semakin tepat sasaran ke depannya. 

"Mudah-mudahan dengan langkah ini dapat mencegah terjadinya modus serupa penimbunan Solar Subsidi, sehingga penyaluran Solar Subsidi bisa lebih tepat sasaran," pungkasnya. (tim redaksi

#bbmsubsidi
#solarsubsidi
#penimbunbbm
#penimbunsolar
#polressamarinda
#poldabengkulu

Tidak ada komentar