Breaking News

Peringati Hair Loss Awareness, Ini Dia Penyebab, Akibat, dan Cara Atasi Rambut Rontok

Ilustrasi (net)

WELFARE.id – Memiliki rambut yang tebal, sehat, dan berkilau merupakan impian bagi semua orang. Namun tak dapat dipungkiri jika faktor usia, genetika, hingga stress menjadi pemicu masalah kesehatan rambut. Larisnya produk sampo yang diklaim mampu mencegah kerontontokan rambut bahkan menjadi sebuah mitos yang masih dipercaya banyak orang. 

dr. Cintawati Farmanina, Mbio (AAM), Dokter Ahli Transplantasi Rambut dari Farmanina Hair & Beauty Clinic menyampaikan jika kesalahan penggunaan sampo, paparan sinar matahari, hingga konsumsi makanan pedas berlebihan merupakan deretan mitos dari kerontokan rambut. 

“Penyebab rambut rontok justru lebih kompleks, ada pengaruh genetika, perubahan hormonal, komplikasi medis, diet berlebihan, stress, dan penggunaan obat-obatan tertentu,” ujarnya dalam Press Brief Hair Loss Awareness Month 2022 pada Selasa, (16/8/2022). 

Di seluruh dunia, sekitar 60 persen pria dan 50 persen wanita mengalami beberapa bentuk kerontokan rambut. Sehingga membutuhkan penanganan khusus. Misalnya saja perawatan plasma darah (PRP – Platelet Rich Plasma) dan transplantasi rambut. 

Dia mengatakan, rambut rontok seringkali menjadi masalah yang nyata pada setiap orang tapi kurang dibicarakan karena adanya stigma yang mengakibatkan dampak emosional dan sosial yang mendalam. 

"Padahal, rambut merupakan aspek penting dari penampilan manusia dan memiliki dampak signifikan pada daya tarik dan kepercayaan diri seseorang. Berdasarkan penelitian, satu dari enam orang akan merasa tidak nyaman melakukan kontak fisik dengan seseorang yang mengalami kebotakan / kerontokan rambut. Maka dari itu, Farmanina Aesthetic & Hair Clinic mendukung Hair Loss Awareness Month di Indonesia agar semakin banyak pasien yang mendapatkan bantuan, dukungan dan pengobatan rambut rontok," katanya. 

Secara umum, seseorang kehilangan 60 hingga 100 helai rambut per hari. Bila jumlahnya di atas rata-rata, maka perlu melakukan konsultasi dengan ahlinya untuk mendapatkan diagnosa dan perawatan yang lengkap . Rambut rontok mempengaruhi pria dan wanita dari segala usia, dan banyak orang merasa sulit untuk berbicara atau mencari bantuan. 

Khusus untuk pria, kebotakan pola (androgenetic alopecia) yang disebabkan oleh faktor genetik menyumbang lebih dari 95 persen kerontokan rambut. Menurut American Hair Loss Association , sekitar 25 persen pria mulai kehilangan rambut mereka sebelum usia 21 tahun. 

Pada usia 35, sekitar 66 persen pria akan mengalami beberapa tingkat kerontokan rambut. Pada usia 50, sekitar 85 persen pria akan memiliki rambut yang jauh lebih tipis. Sementara pada wanita, kerontokan rambut lebih sering terjadi karena pengaruh hormonal, seperti menyusui, faktor usia dan menopause, serta gaya hidup tidak sehat pada rambut seperti terlalu sering di cat, atau memakai hijab dan menyisir di saat rambut basah. 

“Perawatan PRP dan Transplantasi rambut menjadi pilihan terbaik untuk membantu orang mendapatkan kembali kepadatan, cakupan, dan kesehatan rambut dan kulit kepala. PRP merupakan perawatan yang mengolah dan memisahkan darah dan plasma darah pasien itu sendiri. Setelah itu, plasma darah disuntikkan ke kulit kepala untuk mengatur pertumbuhan rambut yang lebih cepat, lebih panjang, dan tidak mudah rontok. Dalam perawatan PRP juga ditambahkan nutrisi untuk rambut seperti vitamin D, biotin, dan zink untuk memaksimalkan pertumbuhan rambut. Untuk kasus lain dengan kebotakan yang lebih luas, maka transplantasi rambut merupakan jalan terbaik," tukasnya. 

Metode lain dari treatment PRP ialah Direct Hair Implantation yang merupakan jalan terakhir dari metode transplantasi rambut, sementara PRP menjadi metode yang lebih diutamakan. Namun, Farmanina Hair & Beauty Clinic mengatakan jika tidak sedikit pasien yang datang ke kliniknya dengan alasan estetika seperti tren rambut ala Korea Selatan. 

“Orang yang melakukan transplantasi rambut tidak hanya mereka yang mengalami rontok rambut, malahan banyak pasien usia 25 tahun yang ingin memperbaiki hair line-nya menjadi lurus ala Korea. Beberapa diantaranya juga tidak percaya diri dengan dahi yang terlalu lebar,” tukasnya. 

Tak asal menanam rambut, prosedur transplantasi rambut dilihat dari tingkat kebotakan rambut, kondisi kesehatan rambut, tekstrur rambut, hingga luas area kebotakan permukaan rambut. Salah satu musisi legendaris, Piyu Padi membagikan ceritanya menjalani transplantasi rambut. 

“Saya tidak terbiasa dengan rambut pendek, makanya harapan saya rambut bisa kembali seperti dulu yang bisa mengembalikan kepercayaan diri saya juga,” ungkap Piyu. 

Piyu Padi menceritakan tantangan pasca melakukan transplantasi rambut. Menurutnya, makanan yang mengandung protein sangat baik untuk menjaga kesehatan dan pertumbuhan rambut. “Tantangan saya paling kayak alergi kena sinar matahari, biasanya terasa gatal. Kalau makanan, enggak ada masalah. Terutama makanan berprotein itu perlu banget,” tambahnya. 

Dr Farmanina menambahkan, beberapa hal yang bisa dilakukan untuk merawat dan menjaga kesehatan rambut adalah rutin keramas menggunakan sampo dan kondisioner, rutin potong ujung rambut, memakai masker rambut, serta memenuhi asupan vitamin dan mineral. (tim redaksi) 

#hairlossawareness
#kebotakan
#rambutrontok
#farmanina
#dhi
#transplantasirambut

Tidak ada komentar