Breaking News

Peran Pemkab Natuna Dipertanyakan, Kok Bisa Limbah Medis 33 Ton Selama 15 Tahun di RSUD Natuna Dibiarkan Menumpuk?

Limbah medis. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Setiap rumah sakit memiliki prosedur pembuangan limbah medis. Pembuangan limbah medis berbeda dengan sampah rumah tangga, sehingga tak bisa sembarangan.

Ironisnya, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Natuna justru malah terpaksa menumpuk limbah medis kategori Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) sejak 15 tahun lalu. Jumlahnya kini sudah mencapai 33 ton. Kok bisa?

Direktur RSUD Natuna, dr Imam Syafari mengatakan, pengiriman limbah medis RSUD Natuna tersandung regulasi dan anggaran dari pemerintah. Namun demikian, seluruh limbah B3 tersebut sudah dikelola dan disimpan sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP).

"Masalah pengiriman, sampai sekarang belum dilaksanakan karena terkendala aturan regulasi dan anggaran. Tapi semua prosedur terkait penyimpanan sudah sesuai aturan dan kemungkinan tidak ada penyebaran,” yakinnya, dikutip Rabu (10/8/2022).

Imam memaparkan, limbah medis RSUD Natuna belum pernah dikirim sejak berdirinya rumah sakit di tahun 2007 silam. Pemerintah berencana mengirim limbah berbahaya tersebut ke Cileungsi, Bogor, Jawa Barat tahun ini.

"Perkembangan terakhir masalah limbah, kita sepakat tahun ini akan diselesaikan. Kita masih menunggu surat penawaran dari beberapa rekanan dan sudah kami koordinasikan bagian lingkungan hidup dan BPKAD terkait anggaran,” paparnya.

Limbah medis B3 yang tertumpuk di RSUD Natuna di antaranya infus bekas, cairan rontgen atau radiologi, masker, botol vaksin, jarum suntik, face shield, perban, hazmat, APD, pakaian medis, sarung tangan, alat PCR dan antigen, serta alkohol pembersih swab. Limbah medis tersebut berasal dari seluruh puskesmas di Pulau Bunguran dan RSUD Natuna.

Hingga kini, limbah medis yang tertumpuk di tempat penyimpanan sementara RSUD Natuna tercatat sekitar 33 ton. Sementara sebagian limbah medis kategori B3 itu sudah dibakar menggunakan mesin incinerator yang abunya disimpan di dalam drum.

"Limbah medis itu kita bakar menggunakan alat incinerator. Jarum suntik dan segala macam akan hancur. Jadi selama 15 tahun itu ada 33 ton,” bebernya.

Paparan limbah medis bisa menyebabkan penyakit dan cedera jika tidak dikelola secara maksimal. Pasalnya, limbah kesehatan juga mengandung zat atau agen berbahaya seperti patogen, genotoksik, bahan kimia atau obat beracun, dan radioaktif. (tim redaksi)

#limbahmedis
#rsudnatuna
#limbahb3
#limbahberacun
#mengandungzatberbahaya

Tidak ada komentar