Breaking News

Penikmat Subsidi BBM Rata-Rata Orang Kaya, Sri Mulyani Temui Airlangga Bahas Kemungkinan Pertalite dan Solar Naik?

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati. Foto: Istimewa/ Reuters

WELFARE.id-Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengakui, selama ini mayoritas subsidi BBM dinikmati oleh orang kaya. 

"Jadi yang orang miskin tadi, dari ratusan triliun subsidi itu, dia hanya menikmati sangat kecil," katanya dalam rapat kerja Komite IV DPD dengan Menteri Keuangan, Bappenas, dan Bank Indonesia, dikutip Sabtu (27/8/2022).

Ia menjabarkan bahwa pertalite, misalnya, dikonsumsi oleh 30 persen orang terkaya dan solar subsidi digunakan oleh 40 persen orang terkaya. Adapun total anggaran subdidi untuk Pertalite, 86 persen di antaranya dikonsumsi oleh 30 persen orang terkaya.

Sedangkan untuk solar subsidi, lanjutnya, dari total anggaran subsidi Rp143 triliun, orang kaya dan dunia usaha menikmati Rp127 triliun di antaranya. Artinya, ada 89 persen dari total subsidi solar dipakai oleh orang kaya.

Lebih jauh, bendahara negara itu menyebutkan penjualan BBM subsidi yang salah sasaran adalah konsekuensi yang harus ditanggung dari mekanisme penyaluran subsidi terhadap barang. Sebab, dengan begitu, tidak ada larangan bagi siapapun untuk membeli BBM bersubsidi.

Artinya, orang kaya yang notabene bukan sasaran BBM subsidi masih bisa mengkonsumsinya. Padahal, seharusnya subsidi hanya menyasar masyarakat miskin dan rentan miskin. 

Sebab, merekalah yang akan sangat terdampak oleh gejolak harga barang bersubsidi. "Memang kalau subsidi melalui barang dan barang itu dikonsumsi orang mampu, ya kita menyubsidi orang mampu," tutur Sri Mulyani. 

"Memang ada orang-orang yang tidak mampu dan miskin tetap juga menikmati barang itu, tetapi porsinya kecil," ulasnya. Akibat penyaluran BBM subsidi yang salah sasaran, volume penjualan bahan bakar menjadi tak terkontrol. 

Hal itu yang kian memperberat APBN. Ketika pemerintah menganggarkan subsidi dan kompensasi BBM Rp502 triliun, ungkapnya, sudah ditetapkan volume BBM yang akan mendapatkan subsidi. Hingga akhir 2022, sebelumnya dipatok kuota pertalite adalah 23 juta kiloliter dan solar 15,1 juta kiloliter.

Sejumlah menteri tampak intens menggelar rapat terbatas untuk membahas hal strategis terkait kemungkinan memutuskan kenaikan harga solar dan pertalite. Sebelumnya, sejumlah menteri kabinet Joko Widodo terlihat mendatangi Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta Pusat, sejak Rabu (24/8/2022). 

Berdasarkan pantauan wartawan, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Febrio Nathan Kacaribu hadir lebih awal di markas Airlangga Hartarto. Beberapa menit kemudian, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto tiba di kantornya usai menghadiri Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta. 

Satu per satu menteri terlihat mulai mendatangi Kantor Kemenko Perekonomian, mulai dari Wakil Menteri I BUMN Pahala Nugraha Mansury, Menteri BUMN Erick Thohir dan Menteri ESDM Arifin Tasrif. Ketika ditanya apa saja yang mau dibahas, Erick menyampaikan akan melakukan silahturahmi dengan menteri-menteri. 

"Silaturahmi. Silaturahmi dengan BUMN dan Menko. Emang nggak boleh? Tadi kan habis rapat MRT, Garuda," ujarnya singkat kepada awak media.

Adapun Erick dan Arifin tiba bersamaan di kantor Kemenko pada pukul 16.41 WIB. Kemudian, sekitar pukul 17.00 WIB Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tiba di kompleks Kemenko Perekonomian. Saat ditanyai hal apa saja yang akan dibahas, Sri Mulyani tidak berkomentar. (tim redaksi)

#srimulyani
#menterikeuangan
#rencanakenaikanbbmbersubsidi
#pertalite
#solar
#menkoperekonomian
#airlanggahartarto

Tidak ada komentar