Breaking News

Pekan Menyusui Sedunia : Moms, Ini Dia Cara Menghindari Stress saat Sedang Menyusui

Ilustrasi (net)

WELFARE.id-Hari Pekan Asi Sedunia diperingati pada tanggal 1 – 7 Agustus 2022. Hal ini menjadi momentum untuk menggaungkan pentingnya air susu ibu atau ASI bagi buah hati. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah merekomendasi ASI dapat diberikan sampai bayi berusia enam bulan secara eksklusif. 

Menyusui dan memompa ASI bisa menjadi aktivitas yang membingungkan dan membuat ibu baru khawatir. Setiap ibu tentu ingin memberikan ASI dengan kualitas dan kuantitas terbaik untuk si Buah Hati. Namun, jangan sampai stres saat menyusui karena ini justru akan menghambat produksi ASI. 

Yuk, cari tahu cara bagaimana menghindari stres saat menyusui dan memompa ASI agar produksi ASI mommy lancar! 

Setiap ibu yang memiliki bayi disarankan untuk langsung mulai menyusui bayi setelah proses melahirkan selesai. Begitu pentingnya ASI, hingga para ahli menyarankan pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan hingga 2 tahun sejak kelahiran. 

Memberikan ASI tidak hanya penting sebagai nutrisi terbaik untuk tumbuh kembang buah hati, tetapi juga membantu menciptakan hubungan emosional kuat antara ibu dan bayi. 

Meski menyusui dan memompa ASI sebenarnya adalah kegiatan yang sederhana, namun berbagai faktor bisa membuat moms stres sehingga kualitas dan kuantitas ASI tidak optimal. Untuk menghindari stres saat menyusui sehingga proses pemberian ASI dapat optimal dari segi kualitas dan kuantitasnya, moms bisa menerapkan beberapa tips dan trik berikut ini. 

1. Sering Mengosongkan ASI di Payudara 

Mendapatkan ASI dengan kualitas dan kuantitas cukup bisa menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan oleh para ibu. Saat moms stres, maka kualitas dan kuantitas ASI bisa terhambat. 

Menurut Bidan & Konselor Laktasi, Jamilatus Sa’diyah, agar produksi ASI lancar dan banyak, maka Bunda perlu mengosongkan ASI di payudara dengan rutin menyusui bayi dan rajin memompa ASI. "Jika ASI dalam payudara jarang dikosongkan, maka tubuh akan memberi sinyal ke otak untuk tidak memproduksi ASI. Sebaliknya jika sering dikosongkan, maka payudara akan terus terisi ASI.," ujarnya. 

Jadi, pastikan interval menyusui bayi atau memompa ASI tidak terlalu lama agar produksi ASI berjalan dengan baik dan moms terhindar dari stres. 

2. Konsumsi Nutrisi Seimbang 

ASI adalah makanan utama si buah hati, namun jangan sampai melupakan pemenuhan nutrisi diri sendiri saat menyusui, ya. Moms juga perlu menjaga asupan nutrisi setiap hari dengan mengonsumsi makanan bergizi agar proses menyusui bayi berjalan lancar. 

Untuk para Ayah, untuk mencegah istri stres saat menyusui jangan lupa berikan dukungan dengan membantunya mendapatkan asupan nutrisi yang cukup dan seimbang tiap hari, ya. 

3. Tingkatkan “Hormon Cinta” Bantu Cegah Stres Saat Menyusui 

Saat proses menyusui, ada dua hormon yang dilepaskan tubuh: prolaktin, yang aktif saat ASI dikeluarkan sesering mungkin, dan oksitosin yang sering disebut juga dengan “Hormon Cinta”, karena hormon ini muncul ketika seseorang merasa dicintai dan disayang. 

Ketika hormon oksitosin berkurang karena moms stres, maka produksi ASI untuk menyusui juga terhambat. Inilah mengapa dukungan dari ayah dan orang terdekat yang membuat moms merasa dicintai, misalnya mendapat bantuan saat mengurus si buah hati atau sesederhana mengonsumsi makanan favorit, dapat membuat produksi ASI lebih lancar dan deras 

4. Pilih Pompa ASI yang Sesuai 

Memompa ASI tidak hanya bertujuan untuk membantu mengosongkan payudara, tetapi juga membantu moms yang bekerja agar memiliki simpanan ASI di rumah untuk si Buah Hati. Sayangnya, jika salah memilih pompa ASI, bisa saja merasa tidak nyaman saat memerah ASI sehingga menimbulkan stres yang akhirnya justru menghambat produksi ASI. 

5. Mengelola Stres 

Stres memang memengaruhi dan menghambat produksi ASI, dan kadang sulit bagi para ibu untuk menghindari stres. Jamilatus Sa’diyah menerangkan, salah satu hal yang bisa Bunda lakukan adalah mengelola stres. Caranya dengan mengakui dan mendapat validasi atas perasaan stres yang Bunda rasakan. Saat stres, mengakui bahwa moms merasakan emosi tertentu adalah hal yang wajar. Selain itu, mendapatkan validasi dari orang terdekat akan membantu Bunda mengelola emosi. "Jika tidak diakui dan tidak divalidasi, maka emosi dan stres yang dirasa, justru akan bertambah besar dan memengaruhi produksi dan kualitas ASI," tukasnya. 

Memberikan nutrisi terbaik melalui ASI adalah keinginan setiap ibu. Meski dalam proses menyusui bayi terkadang berjalan tidak lancar, ingatlah bahwa tiap masalah yang dihadapi memiliki solusi. 

Dengan mengelola stres dan rasa khawatir, proses menyusui dan memompa ASI bisa dilewati dengan baik sehingga moms bisa memberikan ASI eksklusif yang dibutuhkan si Buah Hati. Selamat mengASIhi. (Tim redaksi)

#pekanmenyusuisedunia
#asi
#mengasihi
#tipsmengelolastres
#tipsasi
#asieksklusif

Tidak ada komentar