Breaking News

Paman Pembunuh Keponakan di Ruang Kelas di Deli Serdang Terancam Hukuman Mati

Polisi memeriksa ruang kelas yang jadi lokasi pembunuhan siswa SD berinisial SR, 10, di Deli Serdang. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Tindakan keji yang dilakukan Rahmat, 32, yang membunuh keponakannya sendiri berinisial SR (berusia 10 tahun) terancam pidana maksimal hukuman mati atau penjara seumur hidup. 

Untuk diketahui, SR dibunuh saat belajar di ruang kelas di sebuah sekolah dasar di Kabupaten Deli Serdang, Sumatra Utara. Setelah menusuk keponakannya, Rahmat lantas melarikan diri. 

Tapi polisi berhasil membekuk Rahmat sehari kemudian. Pembunuhan keji itu lantas menuai kecaman dan simpati kepada korban. Apalagi, pembunuhan itu terjadi di depan teman-teman korban. 

Kapolsek Sunggal Kompol Chandra Yudha mengatakan tersangka dijerat Pasal 340 subsider Pasal 338 KUH Pidana tentang pembunuhan berencana. "Pasal yang disangkakan kepada pelaku sementara masih pasal 338 dan juga pasal 340," terangnya, Minggu (14/8/2022).

Dia juga menjelaskan bahwa penerapan pasal pembunuhan berencana ini dari hasil gelar perkara yang dilakukan oleh pihak penyidik. "Pembunuhan ini sudah direncanakan oleh pelaku," katanya juga. Buktinya, pelaku membawa pisau untuk menusuk keponakannya tersebut. 

Adapun dugaan sementara motif pembunuhan tersebut dilatarbelakangi rasa dendam pelaku terhadap korban. Namun, ia tidak merinci pemicu dendam tersebut.

Saat ini pelaku sudah diserahkan ke unit PPA Polrestabes Medan untuk melakukan tindakan proses hukum lebih lanjut. ”Kita koordinasi dengan Polrestabes Medan karena korban ini anak-anak sesuai dengan undang-undang harus ditangani oleh unit PPA Polrestabes Medan," katanya juga. 

Untuk diketahui, aksi pembunuhan keji itu terjadi pada Selasa (9/8/2022) di salah satu sekolah dasar di Kecamatan Sunggal, Sumatra Utara. Pembunuhan tersebut bermula saat korban bersama teman-temannya sedang belajar di dalam ruang kelas.

Tiba-tiba pelaku datang dan mendobrak pintu ruang kelas yang saat itu sedang tertutup. Pelaku langsung menikam perut korban dengan pisau. Usai menikam korban, pelaku melarikan diri.

Siswa lainnya yang melihat kejadian tersebut langsung berteriak sehingga membuat para guru datang ke ruangan tersebut. Pihak sekolah sempat membawa korban ke rumah sakit, namun nyawanya tidak tertolong saat masih dalam perjalanan ke rumah sakit. (tim redaksi)

#penikaman
#pembunuhan
#siswadibunuh
#pelakupamankorban
#kecamatansunggal
#sumatrautara

Tidak ada komentar