Breaking News

Nirina Zubir Puas, Mantan ART Terancam Bui 15 Tahun Penjara

Aktris Nirina Zubir, korban mafia tanah (instagram @nirinazubir) 

WELFARE.id- Aktris Nirina Zubir terus mengikuti kasus mafia tanah yang menyerebot aset keluarganya. Kasus mafia tanah yang merugikan pemain film Get Married ini disidangkan dengan terdakwa Ririe Khasmita dan Edrianto bersama terdakwa lainnya. 

Diketahui, Ririe Khasmita adalah mantan Asisten Rumah Tangga (ART) mendiang ibunda Nirina ketika masih hidup yang diduga mengalihlan aset keluarga Nirina. Ririe Khaamita diduga menggelapkan banyak aset milik mendiang ibundanya dengan total kerugian mencapai Rp17 Miliar. 

Berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (2/8/2022) dengan agenda pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), JPU menuntut hukuman 15 tahun penjara dan denda Rp1 Miliar subsider enam bulan kepada Ririe Khasmita dan Edrianto. 

Usai sidang, ibu dua anak ini mengaku puas kalau Ririe Khasmita dan Edrianto mendapat tuntutan hukuman sangat tinggi. "Kalau ditanya tuntutan Ririe Khasmita dan Edrianto cukup puas," ujarnya dikutip Kamis (4/8/2022). 

Wanita berusia 42 tahun itu merasa puas, karena ia tahu nantinya majelis hakim akan memberikan putusan yang tinggi terhadap Ririe dan Edrianto. "Karena kita ketahui, hakim akan memutus perkara 2/3 dari tuntutan," ucapnya. 

Oleh karena itu, Nirina menyerahkan semua prosesnya ke Pengadilan agar Ririe Khasmita dan Edrianto mendapat hukuman setimpal. "Kalau buat Ririe ya udah lah 15 tahun bersama suaminya di penjara," ujar Nirina Zubir. 

Namun, ia kecewa lantaran tuntutan JPU terhadap oknum PPAT Jakarta Barat terbilang ringan. Ketiga terdakwa dari PPAT Jakarta Barat hanya diberikan tuntutan di bawah lima tahun dan denda masing-masing sebesar Rp1 miliar. 

Menurut Nirina, tuntutan tersebut sama sekali tak mengindikasikan keseriusan pengadilan dalam memberantas mafia tanah. "Saya bukannya masih mau berharap, tapi saya mau masih mau digerakkan hatinya untuk para siapa nih orang yang bertanggung jawab?" katanya. 

"Karena mana buktinya? Kita mau berantas mafia tanah, mana buktinya?" sambungnya dengan nada kecewa 

Sebagai informasi, Farida dan Ina Rosiana dituntut hukuman 4 tahun penjara dan denda masing-masing sebesar Rp1 miliar. Sementara itu Erwin Riduan justru mendapat tuntutan lebih rendah, yaitu 3 tahun penjara. 

Padahal menurut Nirina, Farida seharusnya bisa mendapat tuntutan yang lebih tinggi karena sudah terbukti menerima aliran dana sebesar Rp500 juta dan menjadi aktor intelektual di dalam kasus mafia tanah ini. "Itu dia dapat jelas-jelas kok, sudah ada buktinya dia terima duit Rp500 juta yang pada saat itu dia bukan sebagai seorang PPAT," kata pemain film Keluarga Cemara itu. 

Nirina kecewa karena bukti aliran dana tersebut dianggap sebagai honorarium untuk tugas Farida. "Dia nggak berhak dapat honorarium karena dia bukan PPAT, makanya it doesn't make sense. Ini kan buktinya jelas kok tapi malah hasilnya seperti ini? Kecewa banget," ucap Nirina. 

Sidang sendiri akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pleidoi dari para terdakwa. 

Diberitakan sebelumnya, Fadhlan Karim kakak Nirina Zubir melaporkan Riri Khasmita ke Polda Metro Jaya pada Juni 2021. Dalam laporannya, ia membawa barang bukti yang lengkap, salah satunya pemalsuan surat tanah yang ia ketahui, setelah dibawa ke Badan Pertanahan Nasional (BPN). 

Fadhlan Karim tidak hanya melaporkan Riri Khasmita saja. Ia juga melaporkan suami Riri, Edrianto dan juga Faridah petugas notatis PPAT Tangerang, Ina Rosaina dan Erwin Riduan notaris PPAT Kelapa Dua dengan nomor laporan LP/B/19370/XI/RES.1.9/2021/Ditreskrimum. 

Kemudian, setelah lima bulan Fadhlan Karim melakukan penyelidikan bersama dengan penyidik Polda Metro Jaya, Riri Khasmita ditetapkan sebagai tersangka dan resmi ditahan pada Sabtu (13/11/2021), bersama dengan Edrianto dan Faridah. 

Atas digelapkannya enam surat tanah dan bangunan yang diduga digelapkan Riri Khasmita, Nirina Zubir dan keluarga mengklaim mengalami kerugian sebesar Rp17 Miliar. (tim redaksi

#nirinazubir
#mafiatanah
#sidangartibundanirinazubir
#peralihanaset
#ppat
#bpn
#pnjakartabarat

Tidak ada komentar