Breaking News

Mengenal Tito Karnavian, Mantan Kapolri di Balik Moncernya Karir Ferdy Sambo

Mantan Kapolri Jenderal (Purn) Tito Karnavian yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Karir Inspektur Jenderal (Irjen) Pol Ferdy Sambo di kepolisian sangat cepat dari teman seangkatannya yang lulus Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 94 hingga akhirnya terlibat dalam dugaan kasus penembakan Brigadir J.

Rupanya, ada beberapa sosok jenderal besar yang membantu Ferdy Sambo naik dengan cepat dalam karirnya sebagai polisi. Buktinya, Ferdy Sambo melewati beberapa seniornya dan menjadi jenderal bintang dua paling muda.

Salah satu sosok yang paling berpengaruh dalam karir Ferdy Sambo adalah mantan Kapolri yakni Jenderal (Purn) Tito Karnavian yang kini menjabat Menteri Dalam Negeri (Mendagri).

Awalnya, Ferdy Sambo berdinas di Polda Metro Jaya saat Kapolda  Metro Jaya dijabat Irjen Tito Karnavian. Sambo bersama Ditreskrimum Polda Metro Jaya waktu itu yakni Kombespol Krishna Murti kerap mendapat sorotan media karena berhasil mengungkap berbagai kasus kriminalitas.

Tapi dalam perjalanan kariernya, Ferdy Sambo mampu melampaui mantan atasannya tersebut yang masih bintang satu hingga sekarang. Untuk diketahui, saat ini Krishna Murti masih berpangkat Brigjen atau bintang satu.

Karir Ferdy Sambo berlanjut pada pertengahan tahun 2016, dia promosi pangkat menjadi Kombespol dan berdinas di Mabes Polri.

Kala itu, Presiden Jokowi (Joko Widodo) melantik Komjen Pol Tito Karnavian yang sebelumnya menjabat Kepala BNPT menjadi Kapolri. Tito pun menyandang jenderal penuh atau bintang empat.

Hanya beberapa bulan, Ferdy Sambo dimutasi ke posisi baru menjabat Kasubdit III Dittipidum Bareskrim Polri. Setelah dua tahun, Tito menunjuk Ferdy Sambo sebagai Koordinator Staf Pribadi Pimpinan (Koorspripim) Polri.

Ferdy Sambo pun menjadi pimpinan ajudan dan staf yang terus mengawal pergerakan Tito Karnavian selaku Kapolri. Ketika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memanggil Tito Karnavian untuk menjadi menteri ke Istana pada 21 Oktober 2019. Ferdy Sambo terlihat ikut mendampingi bersama Kadiv Humas Polri Irjen M Iqbal. Ketika akhirnya Tito masuk Kabinet Indonesia Bersatu, keduanya berpisah.

Sepertinya, Tito Karnavian sudah menempatkan orang kepercayaannya itu untuk naik bintang. Selain itu juga, Tito Karnavian sukses menitipkan Ferdy Sambo kepada penerusnya.

Terbukti, usai Tito Karnavian menyerahkan jabatan 
Kapolri kepada Idham Azis, dalam mutasi beberapa hari berikutnya, Ferdy Sambo digeser menjadi Dirtipidum Bareskrim Polri dan mendapat pangkat Brigjen atau bintang satu.

Setahun berselang Ferdy Sambo kembali mendapat promosi menjadi Kadiv Propam Polri dengan pangkat Irjen. Akibatnya, Ferdy Sambo menjadi lulusan Akpol 1994 paling moncer. Sayang, karirnya harus tamat karena kasus Brigadir J.

Untuk diketahui, Tito Karnavian merupakan Kapolri ke-23 yang menjabat sejak 13 Juli 2016. Saat ini, ia menjabat sebagai Mendagri  sejak tanggal 23 Oktober 2019 dalam Kabinet Indonesia Maju di bawah pemerintahan Joko Widodo.

Adapun harta Tito Karnavian disebutkan KPK dalam laporan 30 Juni 2015 memiliki aset berupa tanah dan bangunan senilai Rp 11,2 miliar. Angka ini merupakan akumulasi sejumlah properti yang tersebar di Pelembang, Tangerang, Jakarta, bahkan di Singapura.

Terkhusus aset di Singapura, Tito diketahui menguasai bangunan seluas 120 m2 yang berasal dari hasil sendiri. Perolehan tahun 2008 dengan NJOP Rp 3 miliar. Lalu, Tito Karnavian juga disebutkan memiliki harta bergerak lain Rp160 juta, serta giro dan setara kas Rp 1,8 miliar. Total harta yang diperoleh Rp 13,2 miliar.

Namun, Tito Karnavian juga mempunyai kewajiban membayar utang sekitar Rp2,99 miliar yang terdiri atas utang pinjaman barang Rp 2,91 miliar dan utang kartu kredit Rp76 juta. Dengan begitu, harta bersih Tito Karnavian pada saat laporan ini dirilis oleh KPK adalah berjumlah Rp10,29 miliar.

Tito Karnavian lahir di Palembang, Sumatera Selatan, 26 Oktober 1964. Tito Karnavian menjalani pendidikan di SD Xaverius 4 di Palembang, lalu ke SMP Xaverius 2 di Palembang serta SMA Negeri 2 Palembang.

Pasca menempuh pendidikan dasar, Tito Karnavian melanjutkan pendidikan AKABRI pada tahun 1987. Lalu di Tahun 1993, Tito Karnavian berhasil menyelesaikan program postgraduate di Universitas Exeter di Inggris dan meraih gelar MA dalam bidang Police Studies.

Tak cuma itu, Tito menyelesaikan pendidikan di Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) di Jakarta tahun 1996 dan meraih Strata 1 dalam bidang Police Studies.

Tito juga mendapat gelar Ph.D dalam jurusan Strategic Studies with interest on Terrorism and Islamist Radicalization, di S. Rajaratnam School of International Studies, Nanyang Technological University, Singapura, pada 2013 lalu.

Kiprahnya dalam dunia kepolisian cukup cemerlang, salah satunya membongkar jaringan teroris pimpinan Noordin M. Top serta Dr. Azahari pada 2005 lalu.

Dari situ karirnya meroket, diawali dengan menjadi Kepala Densus 88 Antiteror Mabes Polri, menggantikan Brigjen Pol Saud Usman Nasution.

Setelah itu, pada September 2012, Tito Karnavian dilantik menjadi Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Papua hingga Juli 2014. Selanjutnya, Tito menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya dari Juni 2015 hingga Maret 2016.

Lalu, Tito menjabat Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sejak Maret 2016. Lalu beliau menjabat Kapolri pada 13 Juli 2016 sebagai calon tunggal menggantikan Jenderal Pol Badrodin Haiti yang pensiun. (tim redaksi)


#profil
#titokarnavian
#mantankapolri
#mendagri
#ferdysambo
#kasuspenembakan
#brigadiryoshua
#tersangkapenembakan

Tidak ada komentar