Breaking News

Memasuki Hari ke-9, Pencarian 4 Korban Hilang Banjir Bandang Moutong Diperpanjang hingga Akhir Pekan

Banjir bandang di Parigi Moutong, Sulawesi Tengah. Foto: Istimewa/ Net

WELFARE.id-Memasuki hari ke-9 pencarian, Basarnas Palu mengerahkan alat berat untuk mencari korban banjir bandang di Desa Torue, Parigi Moutong, Sulteng, yang masih hilang. Pencarian 4 korban hilang diperpanjang tiga hari hingga akhir pekan ini.

"Fokus pencarian dengan alat berat di bagian muara, karena banyak puing-puing rumah tenggelam. Kami mencoba melakukan penggalian," kata Kepala Seksi Operasi Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu Andi Sultan, dikutip Jumat (5/8/2022).

Selain menyisir daerah muara sungai, lanjutnya, tim SAR gabungan melakukan upaya pencarian di daerah pesisir, termasuk daerah pesisir Desa Tindaki di sektor utara dan daerah pesisir Kecamatan Sausu di sektor selatan. "Operasi hari ini melibatkan empat grup. SRU 1 dan 2 menyisir pesisir pantai, sedangkan SRU 3 dan 4 mencari di bagian muara didukung satu unit alat deteksi khusus," paparnya.

Pada pukul 15.30 WITA kemarin, pencarian di daerah muara sungai telah dihentikan karena air laut mulai pasang. Namun, upaya pencarian di daerah pesisir pantai dilanjutkan hingga petang.

Andi menjelaskan, upaya pencarian empat korban banjir bandang di Desa Torue akan dilakukan hingga 7 Agustus 2022. "Penambahan waktu pencarian tiga hari (dilakukan) sebagaimana permintaan Pemerintah Daerah Parigi Moutong," ulasnya.

Operasi pencarian korban banjir dilakukan dengan dukungan tiga perahu karet, satu ekskavator, satu alat pendeteksi Aqua Eye, dan satu perahu nelayan. Ia juga menjelaskan, upaya pencarian melibatkan personel Basarnas, Kepolisian Perairan, TNI Angkatan Laut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah, sukarelawan, dan mahasiswa pencinta alam.

Sebelumnya, banjir bandang melanda Desa Torue, Kabupaten Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, Kamis (28/7/2022) malam lalu. Akibatnya, 3 orang ditemukan meninggal dunia dan 4 lainnya dilaporkan hilang, termasuk bayi. 

Kepala Desa Torue Kabupaten Parigi Moutong Sulawesi Tengah Kalman M Andi Hamid menambahkan, korban banjir bandang yang mengungsi saat ini membutuhkan bantuan logistik dan perlengkapan bayi. "Kebutuhan sangat mendesak saat ini adalah logistik bahan makanan dan perlengkapan bayi," bebernya.

Ia juga menambahkan, banjir bandang terjadi pada Kamis (28/7/2022) malam pukul 21.00 WITA akibat hujan lebat yang mengguyur daerah tersebut memicu dua sungai di Desa Torue, Kecamatan Torue meluap hingga merendam pemukiman warga setinggi dada orang dewasa. "Tiga korban meninggal dunia, satu warga Torue atas nama Kasmin Toki (50) dan dua orang lainnya adalah pelintas atas nama Mato (50), Aneke Solong (44). Mereka melintas dari arah Kabupaten Poso. Evakuasi dilakukan warga bersama tim SAR," bebernya.

Banjir bandang terjadi sekitar pukul 19.30 hingga pukul 21.00 WITA mengakibatkan sungai meluap ke perkampungan, hingga puluhan rumah ikut terseret arus sampai ke laut. "Sekarang kami dan keluarga masih melakukan pengungsian di masjid untuk mengamankan diri,” kata Udin warga Torue, Jumat (29/7/2022), kala itu.

Ditanya masalah kondisi warga mengungsi, Udin mengaku warga yang mengungsi hanya berdiam diri daerah ketinggian. "Sebagian pengungsi masih mengalami trauma pasca banjir semalam. Sehingga ia masih berdiam diri daerah yang dinyatakan aman,” tuntasnya. (tim redaksi)

#banjirbandangmoutong
#sulawesitengah
#korbantewas
#korbanhilang
#pencariankorbanhilang
#pengungsian
#bencanaalam

Tidak ada komentar