Breaking News

Maju Mundur Kenaikan Harga BBM Bersubsidi, Arifin Tasrif: Kuota Pertalite Terserap 81 Persen

Pertalite kosong di salah satu SPBU yang berlokasi di Kota Tangerang Selatan belum lama ini. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Kenaikan harga minyak dunia dan makin menipisnya kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi membuat pemerintah tengah mengkaji kenaikan harga BBM subsidi seperti Pertalite dan Solar untuk menjaga pengeluaran negara. 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan, kuota Pertalite yang disubsidi oleh negara saat ini sudah terserap sekitar 80 persen lebih dari yang tersedia.

"Kita Pertalite sekarang ini 80-81 persen sudah terserap. Tapi pemerintah akan selalu memperhatikan kebutuhan," ujar Menteri Arifin di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (26/8/2022).

Sebelumnya, PT Pertamina (Persero) mengumumkan penyaluran BBM subsidi jenis Pertalite telah mencapai 16,8 juta KL hingga Juli 2022. Itu berarti stok Pertalite sudah terserap sekitar 73 persen dari total kuota yang tersedia untuk tahun ini, yakni sebesar 23 juta kilo liter (KL).

Guna mencegah kekosongan kuota BBM bersubsidi pada akhir tahun, Arifin mengatakan kalau Kementerian ESDM sudah usul untuk mengalokasikan tambahan stok pada BBM jenis pertalite dan solar.

Adapun alokasi yang disiapkan sekitar 6 juta KL untuk Pertalite dan 2 juta KL untuk solar, dari stok sebelumnya yang tersedia sekitar 15,1 juta KL. Sehingga masing-masing akan mendapat tambahan kuota menjadi sekitar 29 juta KL dan 17 juta KL.

”Jadi kita usulkan tambahan kuota pertalite 6 juta tanpa pembatasan, sehingga total 29 juta (KL). Kalau (tambahan) Solar 2 juta (KL)," ujar Arifin juga sembari
mengatakan, pengumuman kenaikan harga pertalite tidak akan diumumkan Jumat (26/8/2022) ini.

Pernyataan itu sekaligus menepis isu bahwa kenaikan harga BBM subsidi termasuk pertalite bakal segera diumumkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Rasanya belum (akan diumumkan hari ini, harga Pertalite naik). Tunggu aja. Belum minggu ini," kata Arifin juga. Menurutnya, kebijakan itu masih didiskusikan lebih lanjut oleh kementerian/lembaga hingga BUMN terkait, termasuk Kementerian ESDM. (tim redaksi)


#bbmsubsidi
#kenaikanharga
#kementerianesdm
#solar
#pertalite
#presidenjokowi

Tidak ada komentar