Breaking News

Lonjakan Wisatawan Naik Hampir 2.000%, Okupansi Hotel Naik Lebih dari 50%

Wisata Bali. Foto: Ilustrasi/ Net

WELFARE.id-Sektor pariwisata tengah diuji. Setelah pintu gerbang pariwisata dibuka, tantangan baru berupa kenaikan tiket pesawat terbang pun dimulai.

Meski demikian, dari catatan Badan Pusat Statistik (BPS), kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) melalui pintu masuk utama sebanyak 345.438 kunjungan pada Juni 2022. 

Kepala BPS Margo Yuwono mengatakan, jumlah kunjungan turis asing tersebut meningkat sebesar 1.973,96 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan Juni 2021 yakni 16.656 kunjungan. 

Itu berarti, kenaikan jumlah kunjungan wisman hampir mencapai 2.000 persen pada Juni 2022. Berdasarkan data BPS pula, jumlah kunjungan wisman konsisten bertambah dalam tiga bulan berturut-turut. 

"Ini menunjukkan kabar baik, dilihat dari grafik sejak April, Mei, Juni kunjungan wisman itu terus menunjukkan peningkatan. Seiring dengan perbaikan mobilitas dan penanganan kesehatan di Indonesia,” ujarnya melansir kanal Youtube BPS Statistics, Selasa (2/8/2022). 

Secara bulanan (month to month/mtm), jumlah kunjungan wisman juga mengalami kenaikan sebesar 62,69 persen, dibandingkan Mei 2022 sebanyak 183.830 kunjungan. Secara kumulatif Januari-Juni 2022 atau satu semester, BPS mencatat jumlah kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak 743.210 kunjungan. 

Angkanya naik 929,66  persen dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisman periode yang sama 2021, yakni 72.180 kunjungan. Margo berharap jumlah kunjungan wisatawan asing terus meningkat, karena dapat berdampak positif pada perekonomian Indonesia. 

"Ini kabar baik, karena kita ketahui bersama kunjungan wisman ini akan berpengaruh besar pada ekonomi Indonesia, karena multiplier effect-nya (efek pengganda) hampir di seluruh sektor menerima dampak dari kunjungan wisman ke Indonesia,” terangnya. Namun demikian, kondisinya belum pulih sepenuhnya apabila dibandingkan kunjungan wisman sebelum pandemi COVID-19.

Sebagai perbandingan, jumlah kunjungan wisman pada Januari-Juni 2018 sebanyak 6,11 juta, 2019 sebanyak 6,07 juta kunjungan, dan 2020 sebanyak 2,13 juta kunjungan. "Jadi, sudah lebih baik dari 2021, tapi kondisinya belum pulih dibandingkan sebelum pandemi 2020,” imbuhnya. 

Adapun Tingkat Penghunian Kamar (TPK) alias okupansi hotel berbintang di Indonesia pada Juni 2022 mencapai 50,28 persen atau naik 11,73 poin ketimbang bulan sebelumnya. Jika dibandingkan dengan Mei, TPK Juni 2022 pun mengalami peningkatan 0,43 poin.

TPK hotel klasifikasi nonbintang pada Juni 2022 sebesar 23,92 persen atau naik 3,80 poin ketimbang TPK Juni 2021. "Jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya, TPK hotel klasifikasi nonbintang pada Juni 2022 turun 0,83 poin,” tutur Margo.

Sementara itu, rata-rata lama menginap wisawatan asing dan Indonesia atau lenght of stay pada hotel berbintang selama Juni 2022 1,61 hari. Angka ini turun 0,07 poin dibandingkan Juni 2021. 

"Namun meningkat tipis 0,03 poin dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” imbuhnya. Akhir tahun lalu, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif memproyeksikan jumlahwisman masuk ke Indonesia pada 2022 berkisar 1,8-3,6 juta. 

Angka ini jauh lebih rendah dari target kunjungan wisman pada masa normal atau sebelum pandemi COVID-19. Sementara itu, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan pemerintah masih akan mengandalkan pergerakan wisatawan domestik untuk mendorong kebangkitan sektor wisata pada tahun depan.

"Jadi kita fokuskan kunjungan wisman untuk wisata yang berkualitas dan wisnus (wisatawan Nusantara) akan menjadi andalan,” tegasnya. Sandi menjelaskan, penetapan target kunjungan turis asing yang cukup rendah tersebut telah mempertimbangkan berbagai kondisi. 

Di antaranya, Kementerian masih melihat adanya kebijakan pembatasan pembukaan pintu gerbang internasional di tengah merebaknya varian-varian baru COVID-19. Target ini, lanjutnya, telah disepakati dengan Bappenas. 

Kementerian telah meminta untuk tidak memasang target terlampau tinggi pada tahun depan, namun akan memaksimalkan capaian devisa. Adapun capaian devisa pada 2022 diproyeksikan mencapai USD0,47-1,7 miliar.

Bali masih dominan

BPS mengungkapkan, apabila dilihat berdasarkan pintu masuk utama, terjadi lonjakan fantastis jumlah kunjungan wisman di Bandara Ngurah Rai, Bali. Tercatat, jumlah kunjungan wisatawan asing di Bandara Ngurah Rai, Bali sebanyak 181.545 kunjungan. 

Angkanya naik 57,11 persen secara bulanan (mtm) dibandingkan Mei 2022, yakni 115.553 kunjungan. Sementara, secara tahunan (yoy) dibandingkan dengan Juni 2021, terjadi lonjakan hingga 18,15 juta persen dari semula hanya satu kunjungan. 

"Kalau dilihat dari pintu masuknya, yang kontribusi besar itu dari Bandara Ngurah Rai, Bali, jumlah kunjungan mencapai 181.545 kunjungan,” akunya.  Disusul oleh Bandara Soekarno Hatta sebanyak 85.587 kunjungan dan melalui angkutan laut di Batam sebanyak 39.649 kunjungan. 

Mayoritas wisman yang berkunjung ke Indonesia pada Juni 2022 menggunakan moda angkutan udara sebanyak 280.482 kunjungan. Kemudian, lewat moda angkutan laut sebanyak 61.406 kunjungan dan moda angkutan darat sebanyak 3.550 kunjungan. (tim redaksi)

#pariwisata
#wisatawan
#okupansihotel
#wisatawandomestik
#bali
#destinasiwisatadominan
#kunjunganwisman
#wisatawanmancanegara

Tidak ada komentar