Breaking News

Lagi, Kejagung Sita Lahan dan Bangunan Milik Tersangka Surya Darmadi Alias Apeng

Surya Darmadi alias Apeng yang merupakan bos PT Duta Palma Group mengenakan rompi tersangka. Foto: Istimewa

WELFARE.id-Penyidik Kejaksaan Agung (Kejagung) terus melakukan pengusutan kasus korupsi Rp78 triliun yang melibatkan Surya Darmadi alias Apeng yang merupakan bos PT Duta Palma Group.  

Kali ini, Kejagung kembali melakukan penyitaan aset-aset milik tersangka korupsi terbesar yang pernah terjadi di Tanah Air tersebut. 

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Febrie Adriansyah mengatakan tim penyidiknya kembali menyegel sementara dua bidang lahan dan bangunan yang diduga milik Apeng yang ada di Jakarta tersebut.

”Penyitaan sudah dilakukan sama anak-anak (penyidik) kemarin. Ini tim sedang menghitung berapa nilai aset yang sudah disita sementara ini,” ujarnya Minggu (21/8/2022). 

Febrie juga mengatakan kalau awal bulan lalu, tim penyidik Jampidsus juga melakukan penyitaan terhadap 23 lahan, dan bangunan milik tersangka korupsi penyerobotan lahan milik negara itu. 

Sementara itu, Kepala Pusat Penerangan dan Hukum (Kapuspenkum) Kejagung Ketut Sumedana mengatakan kalau aset baru yang disita milik Surya Darmadi terletak di dua lokasi di DKI Jakarta. 

Penyitaan pertama, dilakukan di Jalan Arif Rahman Hakim 3, Kebon Sirih, Kecamatan Menteng, Jakarta Pusat. Dari lokasi tersebut, tim penyidik menyita satu bidang tanah seluas 16.250 meter persegi, dan bangunan di atasnya, dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) 773.

Sedangkan di lokasi kedua, penyidi Kejagung melakukan penyitaan aset di Jalan Salemba Raya 5 dan 5A, di kawasan Paseban, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat. 

Di tempat tersebut, tim penyidik Jampidsus menyita lahan seluas 2.180 meter persegi, dan bangunan di atasnya, dengan Sertifikat HGB 224.

”Penyitaan itu dilakukan atas penetapan dari Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Pusat,” ujar Ketut, dalam siaran pers yang dibagikan kepada wartawan, Minggu (21/8/2022).

Sebelumnya, pada pekan lalu atau tepatnya Senin (8/8/2022) sejumlah aset milik Surya Darmadi juga disita oleh tim penyidik Jampidsus bersama sejumlah tim sita dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Jakarta Selatan. 

Aset yang disita itu milik Surya Darmadi, dan juga aset-aset yang dalam penguasaan PT Duta Palma Group yang ada di 23 lokasi. Penyitaan aset itu dilakukan di 15 lokasi di Jakarta Selatan dan delapan tempat di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau. 

Aset yang disita itu mulai aset-aset berupa lahan perkebunan kelapa sawit, sampai dengan lahan, dan bangunan rumah. 

Sebelumnya, tim penyidik Jampidsus juga menyita total lahan seluas 37 ribu hektare lahan perkebunan sawit milik PT Duta Palma Group yang berlokasi di Provinsi Riau.

Direktur Upaya Hukum, Eksekusi, dan Eksaminasi (Uheksi) Jampidsus, Sarjono Turin mengatakan dari rangkaian penyitaan yang dilakukan terkait kasus korupsi Surya Darmadi, dan PT Duta Palma Group nilai estimasi aset mencapai Rp10 triliun. 

”Kurang lebih sekitar 10 triliun. Tapi itu, terus berubah, karena penghitungan, dan pelacakan aset-aset masih terus dilakukan oleh penyidik,” ujar Sarjono, Senin (8/8/2022.

Untuk diketahui, kasus korupsi yang menetapkan Surya Darmadi sebagai tersangka, Senin (1/8/2022) lalu, terkait dengan penguasaan lahan hutan tanpa hak seluas 37 ribu hektare di Kabupaten Indragiri Hulu, Provinsi Riau sejak 2003. 

Lahan tersebut, dalam penguasaan PT Duta Palma Group, bersama lima anak perusahaannya. Dari hasil penyidikan di Jampidsus, penghitungan kerugian keuangan negara mencapai Rp10 triliun. 

Sedangkan kerugian perekonomian negara, mencapai sekitar Rp 68 triliun maka total kerugian negara mencapai Rp78 triliun. Dalam proses penyidikan, Surya Darmadi sempat ditahan pada Senin (15/8/2022). 

Namun, saat akan dilakukan pemeriksaan pada Kamis (18/8/2022), Surya Darmadi terpaksa dilarikan ke rumah sakit lantaran sakit jantung. Saat ini, kondisinya Surya Darmadi dikabarkan dalam perawatan di ICU RS Adhyaksa, Ceger, Jakarta Timur. 

Penyidik Jampidsus, terpaksa melakukan pembantaran terhadap Surya Darmadi sampai kondisinya pulih untuk melanjutkan proses pemeriksaan kasus korupsinya. (tim redaksi)

#kejaksaanagung
#kejagung
#jampidsus
#penyitaanaset
#suryadarmadi
#apeng
#korupsiterbesar
#ptdutapalmagroup

Tidak ada komentar