Breaking News

Komnas HAM: Ada Indikasi Kuat Pelanggaran HAM Kematian Brigadir J

Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam. Foto: net

WELFARE.id-Indikasi kuat terjadinya pelanggaran HAM dalam kasus kematian Brigadir J ditemukan Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) RI. Khususnya, yang mengarah pada obstruction of justice atau upaya penghambatan penegakan hukum.

"Makanya salah satu fokus kami misalnya soal obstruction of justice dalam konteks kepolisian itu perusakan tempat kejadian perkara," terang Komisioner Komnas HAM Mohammad Choirul Anam, Kamis (11/8/2022).

Dia juga mengatakan kalau Komnas HAM mendalami dan memperhatikan terkait obstruction of justice dalam kasus tersebut. Sebab apabila ditemukan, hal itu merupakan bagian dari pelanggaran HAM.

"Jadi kalau pertanyaannya saat ini banyak ditemukan indikasi adanya pelanggaran HAM khususnya soal obstruction of justice? Indikasinya sangat kuat," paparnya juga. 

Ia mengatakan dalam konteks hukum biasa atau kasus kematian Brigadir J, obstruction of justice terkait dengan perusakan tempat kejadian perkara, pengaburan cerita dan lain sebagainya. Namun, dalam konteks HAM yang lebih luas mengarah kepada hambatan terhadap proses penegakan hukum.

Komnas HAM, ujar Anam juga, belum bisa menyimpulkan apakah hal tersebut terjadi atau tidak. Namun, kuat indikasi mengarah pada terjadinya obstruction of justice dalam kasus tewasnya Brigadir J dengan tersangka Bharada E, RR, KM dan Irjen Polisi Ferdy Sambo.

Sementara itu, terkait pemeriksaan Ferdy Sambo, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan tim khusus Polri berkoordinasi dengan Komnas HAM yang juga mengagendakan pemeriksaan terhadap mantan Kadiv Propam Polri itu.

"Kemudian untuk Komnas HAM, karena hari ini ada pemeriksaan Irjen FS sebagai tersangka maka fokus tim khusus melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Sehingga Irjen FS, belum bisa diperiksa Komnas HAM, karena pemeriksaan tim khusus Polri sifatnya pro justicia," papar Dedi juga. (tim redaksi)


#penembakan
#pembunuhan
#brigadirj
#komnasham
#komisionerkomnasham
#mohammadchoirulanam
#kadivhumaspolri 
#irjenpoldediprasetyo

Tidak ada komentar