Breaking News

Klaim Likuiditas Perbankan Masih Berlebih, Gubernur BI Siap Tancap Gas

Ilustrasi (Foto: net) 

WELFARE.id-Bank Indonesia (BI) menegaskan bahwa likuidiitas perbankan masih berlebih, yang tercermin dari dana pihak ketiga (DPK) yang masih tinggi. Artinya, roda perekonomian masih berjalan dan potensi tumbuh semakin terbuka. Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menerangkan, DPK pada Juni 2022 yang tercatat masih tinggi sebesar 29,99 persen. 

Alhasil, kondisi tersebut diyakini dapat mendukung kemampuan perbankan dalam penyaluran kredit. "Likuiditas perbankan masih berlebih. Penyaluran kredit ke dunia usaha menunjukkan pemulihan dengan kecukupan likuiditas terjaga," kata Perry Warjiyo dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), di Jakarta, dikutip Selasa (2/8/2022). 

Perry mengatakan, Bank Indonesia telah melakukan normalisasi likuiditas perbankan dengan mengerek Giro Wajib Minimum (GWM) rupiah secara bertahap dan pemberian insentif GWM berlangsung tanpa mengganggu kondisi likuiditas perbankan dan intermediasi perbankan. Tak hanya itu, BI juga memberikan insentif agar tidak mengganggu likuiditas dan intermediasi perbankan. 

"Penyesuaian bertahap GWM rupiah dan pemberian insentif GWM sejak 1 Maret 15 Juli 2022 menyerap likuiditas perbankan Rp219 triliun. Dalam hal ini kami tegaskan penyerapan likuiditas tak ganggu kemampuan perbankan penyaluran kredit pembiayaan dunia usaha dan partisipasi pembelian SBN untuk pembiayaan APBN," tukasnya. 

Sementara itu, dalam rangka pelaksanaan kesepakatan bersama Bank Indonesia dan Kementerian Keuangan hingga 20 Juli 2022 melanjutkan pembelian SBN di pasar perdana sejalan dengan program pemulihan ekonomi nasional serta pembiayaan penanganan kesehatan dan kemanusiaaan dalam rangak penanganan dampak pandemi COVID-19 sebesar Rp56,11 triliun. "Itu langkah bidang moneter termasuk kebijakan makroprudensial yang akomodatif diarahkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi," tegasnya. 

Ia juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi sepanjang April- Juni akan mencapai 5,05 persen (yoy). Bahkan kinerja ekonomi di kuartal III diyakininya juga akan terus menguat. 

Pertumbuhan ekonomi kuartal II didukung konsumsi swasta naik terus sejak ramadhan dan sejak itu karena mobiltias yang makin baik meningkatkan konsumsi swasta. Kemudian tentu saja kinerja ekspor cukup baik dan dorongan dari kebijakan fiskal" ucapnya. (tim redaksi) 

#bankindonesia
#bi
#gubernurbankindonesia
#PerryWarjiyo
#likuiditasperbankan
#pertumbuhanekonomi

Tidak ada komentar