Breaking News

Kebakaran Kos-Kosan di Tambora, Enam Orang Tewas

Kebakaran di Duri Selatan, Tambora (dok damkar) 

WELFARE.id-Kebakaran melanda sebuah bangunan indekos di Jalan Duri Selatan 1, RT06/02, No.10, Duri Selatan, Tambora, Jakarta Barat pada Rabu (17/8/2022). Dalam peristiwa tersebut enam orang dilaporkan tewas. 

"Ya, ada enam orang penghuni kos yang meninggal dunia," ujar Kasie Ops Suku Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Barat Syarifudin dikutip Kamis (18/8/2022). 

Syarif mengatakan, pelaporan kebakaran oleh warga terjadi sekitar pukul 06.36 WIB. Petugas langsung ke lokasi untuk pemadaman dengan kekuatan pasukan lima unit mobil pompa berikut 25 personel. 

Awalnya saat petugas pemadam kebakaran (damkar) datang ke lokasi, terdapat dua orang penghuni yang keluar menyelamatkan diri. Dua orang tersebut terlihat mengalami luka bakar. "Ternyata katanya ada beberapa orang lagi yang di dalam lantai tiga dan empat," jelasnya. 

Petugas kemudian mengerahkan pipa air untuk memadamkan amukan si jago merah. Namun saat petugas berusaha memadamkan, enam orang korban yang berada di lantai 3 dan 4 telah dinyatakan tewas.

Karena api tidak kunjung bisa dikendalikan, Damkar akhirnya menambah personel hingga total unit yang diturunkan sebanyak 20 mobil pompa berikut 100 petugas. 

Para korban yang tewas maupun mengalami luka bakar diduga terjebak di dalam rumah indekos yang terbakar itu. Pemadaman api berlangsung hingga sekitar pukul 07.30 WIB. 

"Sementara belum tahu indentitasnya karena masih dalam pendataan," ujarnya. Kekinian, jenazah tersebut telah dievakuasi ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati. 

Penyebab awal terjadinya kebakaran diduga karena korsleting listrik pada lantai 2 kamar indekos. 

Mengetahui ada korban tewas karena jendel di teralis, Pemkot Jakarta Barat menggencarkan larangan penggunaan teralis di jendela bangunan. Pemasangan teralis pada jendela rumah dinilai dapat mempersulit proses penyelamatan bila terjadi kebakaran. 

"Kami mengimbau rumah-rumah khususnya di lantai dua, tiga dan empat tidak ada lagi yang dipasang jeruji," kata Wali Kota Jakarta Barat, Yani Wahyu Purwoko. 

Yani menduga, proses evakuasi enam korban sulit dilakukan lantaran jendela di lantai dua dan tiga bangunan tersebut dipasangkan terali. Padahal menurut dia, tidak ada izin untuk memasang terali pada bangunan yang terbakar tersebut. 

Ia pun memahami pemasangan jeruji untuk tujuan keamanan. "Memang maksud warga untuk mengamankan dari hal hal yang tidak diinginkan tapi tetap tidak diperbolehkan," imbuhnya. 

Menghindari kasus serupa terjadi lagi, Yani akan mengarahkan unsur tingkat RT, RW hingga kecamatan untuk menyosialisasikan larang memasang teralis. (tim redaksi) 

#kebakaran
#jaya65
#duriselatan
#tambora
#jakartabarat
#indekos
#koskosanterbakar
#teralibesi

Tidak ada komentar